NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Gedung Baru Muslimat, Energi Lama yang Menyala

Peresmian gedung Muslimat ditanda dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sekaligus Dewan Pembina Muslimat

NU Online Ponorogo, Gedung baru PC Muslimat Nahdlatul Ulama Ponorogo di Jalan Bathoro Katong, Minggu (29/3/2026), bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi penanda konsolidasi kekuatan perempuan Nahdliyin di tingkat akar rumput—ruang tempat gagasan, pelayanan, dan advokasi sosial bertemu dalam satu atap. Peresmian yang bertepatan dengan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU itu menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.

Dalam sambutannya, Arifatul Choiri Fauzi menekankan bahwa keberadaan gedung ini harus dimaknai sebagai energi baru pelayanan umat. Di balik kesan megah yang bersahaja, menurut dia, tersimpan semangat kemandirian dan gotong royong—ciri khas Muslimat NU sebagai organisasi perempuan terbesar yang terus membuktikan kontribusinya bagi masyarakat luas. Dari penguatan keluarga, pendidikan, hingga advokasi hukum, peran itu kian relevan dalam menyongsong agenda besar Indonesia Emas.

Pemotong rangkaian bunga oleh Dewan Pembina, Ketua Pusat, Ketua Wilayah Jatim Muslimat dan Plt Bupati Ponorogo menandai beroperasionalnya gedung Muslimat Ponorogo

Nada yang sama disampaikan Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Masruroh Wahid. Ia melihat gedung ini sebagai infrastruktur gerakan—bukan hanya kantor administratif, melainkan pusat kaderisasi, dakwah, dan pemberdayaan perempuan berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Apresiasi juga disampaikan kepada pewakaf, Hajah Mardiana, yang meletakkan fondasi awal melalui wakaf lahan, sebuah praktik filantropi yang memperpanjang napas kebermanfaatan sosial.

Di tingkat lokal, Ketua PC Muslimat Ponorogo Tufy Laily menegaskan harapan agar gedung tersebut menjadi pusat aktivitas yang hidup dan berdampak langsung bagi masyarakat. Harapan itu menemukan konteksnya ketika melihat geliat Muslimat NU yang tidak hanya bergerak di bidang sosial-keagamaan, tetapi juga merambah advokasi melalui ribuan paralegal yang dimilikinya.

Hajah Mardiana (berbaju putih) pewakap tanah Gedung Muslimat Ponorogo

Katib PCNU Ponorogo, Romdoni Fauzi, menyebut langkah ini sebagai penguatan peran strategis perempuan dalam pembangunan sosial. Menurut dia, ketika perempuan terlindungi dan berdaya, maka anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman. Di titik itulah, Muslimat NU memainkan peran sentral—menjembatani nilai keagamaan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Ke depan, sinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diharapkan semakin erat. Bukan hanya pada tataran program, tetapi juga dalam membangun ekosistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih sistematis, dari desa hingga pusat. Gedung baru ini, pada akhirnya, bukan hanya simbol keberhasilan pembangunan, melainkan juga titik berangkat bagi kerja-kerja panjang pemberdayaan—tenang, senyap, tetapi menentukan arah masa depan.

Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *