NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Guru Besar Al-Azhar Mesir Berikan Ijazah Sanad Al-Arba‘īn an-Nawawiyyah di PCNU Ponorogo

Prof. Dr. Muhammad Ibrahim al-Asymawi saat Memberikan Ijazah

NU Online Ponorogo – Majelis ijazah sanad kitab Al-Arba‘īn an-Nawawiyyah yang dipimpin Al-Muhaddis Prof. Dr. Muhammad Ibrahim al-Asymawi, Guru Besar Hadis dan Ilmu Hadis Universitas Al-Azhar Mesir, berlangsung penuh kehangatan dan antusiasme, Sabtu (8/11). Kegiatan ilmiah ini diprakarsai oleh Asparagus Ponorogo, bekerja sama dengan Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAAI) Mataraman. Acara ini juga didukung oleh PCNU Ponorogo.

Para Pengurus PCNU dan Aktivis Asparagus saat mengikuti Prosesi Ijazah Sanad

Di hadapan puluhan aktivis Asparagus yang memadati majelis, Syaikh Ibrahim menegaskan tujuan tertinggi dalam menghadiri sanad hadis. “Ibnu Hajar itu ilmu, Imam Nawawi itu cahaya. Semua ini agar kita tetap berada dalam jalan tholab al-‘ilm,” ungkapnya.

Beliau menjelaskan bahwa sambung sanad bukan hanya soal membaca, melainkan menjaga mata rantai keilmuan yang tersambung hingga Rasulullah ﷺ. “As-samā‘ itu mendengar, dan sebaik-baik yang kita dengar adalah hadis Nabi. Namun membaca kitab secara keseluruhan, itu lebih utama.” Meski begitu, menurutnya ruh keikhlasan tetap menjadi pokok utama. “Yang paling penting adalah tabarrukan — kita mencari keberkahan dari warisan ilmu ini.”

Pembacaan kitab dipimpin oleh Gus Habibul Anami, yang melantunkan hadis pertama, kedua, ke-20, ke-21, ke-40, dan ke-42. Setiap selesai pembacaan, Syaikh Ibrahim memberikan penjelasan faidah penting dari hadis tersebut. Ia juga menekankan perbedaan mendasar dalam disiplin hadis:
“Dirayah, memahami hadis itu harus tekun. Tapi riwayah, sekedar membaca sanad.”
Lalu beliau menambahkan:
“Musnid cukup membaca agar mendapatkan sanad, sedangkan Muhaddis harus ‘alim, tidak hanya memegang sanad tanpa pemahaman.”

Reporter : Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *