
NU Online Ponorogo – Majelis Ta’lim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (MTP IPHI) Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen mempererat silaturahmi sekaligus menjaga konsistensi ibadah para alumni haji. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menggelar Pengajian Rutin Sabtu Pahing di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo, Sabtu (12/9).
Pengajian yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 07.30 WIB ini diisi dengan alokasi waktu yang sangat disiplin. Hal ini sengaja diterapkan agar para jamaah dapat tetap fokus menyimak ilmu agama di tengah padatnya aktivitas akhir pekan.
MTP IPHI sendiri merupakan organisasi mitra pemerintah yang membidangi pelatihan pasca-haji. Jika bimbingan sebelum keberangkatan (qabla haji) diwadahi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), maka pemeliharaan nilai-nilai haji setelah pulang dari Tanah Suci ditangani oleh IPHI beserta organisasi di bawahnya, seperti MTP untuk perempuan dan Angkatan Muda Haji Indonesia (AMHI) untuk jamaah muda.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pemateri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo, H. Marjuni, S.Ag., M.Pd. Di hadapan sekitar 100 hingga 130 jamaah yang hadir, H. Marjuni menyampaikan materi terkait regulasi pendaftaran haji terkini serta ikhtiar menjaga kemabruran haji secara istiqomah.

Selain materi regulasi dan kajian rutin kitab Nashaihul Ibad bersama Bu Nyai Mariana, pengajian MTP IPHI ini juga menjadi sarana pelatihan kepedulian sosial melalui tradisi it’amut tho’am (membagikan makanan/konsumsi). Menariknya, konsumsi disajikan berdasarkan kesadaran atas kesadaran dan daftar sukarela dari para jamaah.
”Mabrur itu tidak hanya ketika berada di Tanah Suci saja, melainkan di setiap hembusan napas dan langkah hingga akhir hayat. Lewat majelis ini, kami berupaya saling memperkuat dalam penghematan,” ungkap salah satu pengurus MTP IPHI Ponorogo.
Kontributor: Mahasiswa KPI Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.