Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

GIATKAN AMALIYAH NU, LTM ROADSHOW KE MASJID

Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Ponorogo melakukan roadshow ke masjid-masjid di wilayah Kabupaten Ponorogo. Selain untuk menjalin silaturrahmi, kegiatan ini juga bertujuan memantau sekaligus melestarikan amaliyah tradisi Aswaja NU di masjid dan musholla yang ada di bawah binaan LTM.

“Sesuai hasil musker, program PCNU bidang kemasjidan di antaranya adalah sambang masjid. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dengan takmir masjid dan pengurus LTM, baik di tingkat MWC, ranting, maupun anak ranting,” Kata Mohammad Thohari Ketua LTM PCNU Ponorogo, Rabu (7/10).

Lebih jauh dijelaskan Thohari, roadshow ke masjid dan musholla ini memiliki beberapa agenda sekaligus. Program yang dijalankan sejak paska musker ini juga dimanfaatkan untuk memasang plang NU di masjid dan musholla yang masih melestarikan amaliyah tradisi Aswaja NU.

“Sebagai apresiasi bagi masjid yang menjaga amaliyah aswaja NU, LTM memberikan papan (bertuliskan, Red) Masjid NU. Dengan harapan takmir masjid dan seluruh jama’ah dapat istiqomah dalam menjaga amaliyah aswaja NU. Papanisasi ini juga amanah dari musker,” tegasnya.

Dalam melakukan roadshow, LTM juga menggandeng beberapa hafidz (penghafal Qur’an, Red) untuk mentahsin (memperbaiki cara baca, Red) qira’at Al Qur’an para takmir, imam dan jama’ah masjid. Seperti roadshow yang dilakukan di Kecamatan Sampung beberapa waktu lalu. Ada 3 masjid yang dikunjungi, yakni masjid Tasliman Kunti, masjid Baiturrohim dan masjid Baitul Huda Carangrejo.”Tahsin qira’at Al Qur’an ini dbimbing langsung sama Gus In’am al Hafidz,” terang Thohari.

Berdasarkan data, lanjutnya, jumlah masjid di seluruh Kabupaten Ponorogo adalah 2.009. Sekitar 1.500 di antaranya mempraktekkan amaliyah Aswaja NU dan berada di bawah bimbingan LTM.

Pria yang kini menjabat Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo ini menambahkan, konsolidasi pengurus masjid diupayakan untuk memberikan wawasan pentingnya legalitas tanah masjid. Hal ini harus dibuktikan dengan sertifikat wakaf tanah masjid, legalitas bangunan Masjid dibuktikan dengan IMB Masjid, dan adanya legalitas pengurus masjid.

“Kita berupaya agar kegiatan sambang masjid ini tidak hanya seremonial, tapi juga menjadi media sosialisasi pentingnya mengurus legalitas masjid,” pungkas Thohari.

 

Reporter : Idam

Editor : Lege

Informasi terkait:

2 Comments

  1. Alhamdulillah… Mks P. Tohari SEMANGAT LTM NU…. Dg demikian insyaallah AKAR NU akan terselamatkan melalui NGURI2 dan NJOGO amalyah NU.. shg Masjid dan Mushollanya warga NU tdk mudah disrobot minhum. Smg LTM lebih maju dan lebih maslahah unt ummat. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *