NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

IKLAN

Khutbah Jumat Singkat – AMALAN YANG DISANDARKAN ATAS KEMULIAAN BULAN RAJAB

Khutbah Jumat Singkat NU - AMALAN YANG DISANDARKAN ATAS KEMULIAAN BULAN RAJAB
Khutbah Jumat Singkat NU – AMALAN YANG DISANDARKAN ATAS KEMULIAAN BULAN RAJAB

اَلْخُطْبَةُ الأُولَى

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا بِشَهْرِ رَجَبَ. وَهُوَ الَّذِيْ اصْطَفَى نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا ﷺ الْمُجْتَبَى الْمُؤَيَّدَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعِبَادِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى سَائِرِ الْأَعَاجِمِ وَالْعَرَب. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمَ وَبَارِكْ وَتَرَحَّمْ وَتَحَنَّنْ عَلَى مَنْ بِهِ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ يَوْمَ الْمَآبِ. سَيِّدِنّا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ إِمَامِ الْأَتْقِيَاءِ وَالْعُبَّادِ. وَعَلَي آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ.

أَمَّا بّعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ, أُوْصِيْنِىْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ.، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma’asyirol muslimin, hafidho kumulloh…

Marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah swt dengan sebenar-benar taqwa, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangan-Nya.

Ma’asyirol muslimin, hafidho kumulloh…

Rajab adalab bulan ketujuh dari penanggalan hijriyyah. Bulan ini termasuk bulan haram yang memiliki kedudukan tersendiri di kalangan umat islam. Dinamai Rajab yang musytaq dari tarjiib (mengagungkan atau memuliakan) sebab dari dahulu orang-orang arab jahiliyyah sangat menghormati dan memuliakan bulan Rajab ini. Bulan ini juga memiliki banyak nama. Di antaranya adalah Syahrullah (bulan Allah), al-‘Ashomm, al-Ashobb, ar-Rojm, dan juga al-Fard (menyendiri/terpisah dari 3 bulan haram). Sepanjang sejarah umat manusia, banyak peristiwa luar biasa yang terjadi pada bulan Rajab ini. Banyak amalan yang disandarkan pada bulan ini dengan iming-iming pahala yang besar. Di antara amala-amalan utama yang disandarkan pada kemuliaan  bulan Rajab adalah:

Pertama, Puasa

Di bulan Rajab ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan ketaatan. Salah satunya adalah memperbanyak puasa. Kita disunnahkan untuk memperbanyak puasa di bulan Rajab seperti halnya kita juga disunnahkan untuk memperbanyak puasa di tiga bulan haram yang lain, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.  Kepada seorang laki-laki dari kabilah al-Bahiliyyah, Rasulallah saw bersabda:

…وَصُمْ من الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ. وَقَالّ بِأُصْبُعِهِ الثَّلَاثِ يَضُمُّهَا ثُمَّ يُرْسِلُهَا (رواه أبو داود وابن ماجه)

‘…dan berpuasalah dari bulan haram, tinggalkanlah dari bulan haram, berpuasalah dari bulan haram dan tinggalkanlah darinya.’ Nabi berisyarah dengan ketiga jarinya seraya mengumpulkan dan melepaskannya.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dalil lain tentang puasa Rojab adalah sabda Rasulalloh saw:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ (رواه أحْمَدُ)

“Itu (Sya’ban) adalah bulan di mana orang-orang lalai terhadapnya. Karena ia terletak antara Rajab dan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

Hadist ini berkenaan dengan latar belakang disunnahkannya banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Secara tersirat, hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat sudah terbiasa berpuasa di bulan Rajab sebagaimana mereka berpuasa di bulan Ramadhan.

Ma’asyirol muslimin, hafidho kumulloh…

Kedua, Rajabiyyah atau ‘Atirah

Penyembelihan binatang pada bulan Rajab sudah ada sejak zaman jahiliyyah. Mereka menamakannya dengan ‘Atirah. Berkenaan dengan penyembelihan hewan ini, ada perbedaan riwayat dari Rasul saw. Sebagi konsekwensinya, para ulama’ juga telah berselisih mengenai hukumnya.

Sebagaian ulama’ mengharamkannya berdasar sabda Rasul saw:

لَافَرَعَ وَلَاعَتِيْرَةَ 0(رواه البخاري ومسلم)

“Tidak boleh ada lagi Fara’ (mengorbankan kambing yang pertama dilahirkan) dan tidak boleh ada lagi ‘Atirah (penyembelihan hewan di bulan Rajab)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian lagi berpendapat bahwa penyembelihan hewan di bulan Rajab disunnahkan. Hal ini berdasar sabda Rasul saw:

يَاأيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِى كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةً وَعَتِيْرَةً، أَتَدْرُوْنَ مَا الْعَتِيْرَةُ؟ هِيَ الَّتِى يُسَمِّيْهَا النَّاسُ الرَّجَبِيَّةَ (رواه أبو داود).

“Wahai manusia, sesungguhnya telah ditetepkan bagi setiap keluarga pada setiap tahun penyembelihan kurban dan ‘Atirah. Tahukah kamu apa ‘Atirah itu? Ia adalah penyembelihan binatang yang disebut dengan Rajabiyyah”. (HR. Abu Dawud)

 

Dari dua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menyembelih binatang pada bulan Rajab dengan niat mendekatkan diri kepada sembahan jahiliyyah telah diharamkan dan dibatalkan oleh islam. Namun, kalau dengan niat bertaqarrub kepada Allah dengan bersedekah kepada keluarga dan fakir miskin, maka tindakan ini diperbolehkan. Bahkan, kalau mampu semestinya dilakukan tiap bulannya.

Ketiga, Penunaian zakat

Sebagian sahabat Nabi menunaikan zakat mereka di bulan Rajab. Bahkan disebutkan dalam riwayat, ‘Utsman bin ‘Affan ra. berkhutbah di atas mimbar Rasulallah saw seraya berkata:

 هَذَا شَهْرُ زَكَاتِكُمْ فَمَنْ كَانَ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَلْيَقْضِ دَيْنَهُ حَتَّى تَخْلُصَ أَمْوَالُكُمْ فَتُؤَدُّوا مِنْهَا الزَّكَاةَ (رواه البيهقي)

“Ini adalah bulan zakat kalian. Barangsiapa yang memiliki hutang, maka hendaknya ia melunasi hutangnya. Agar harta kekayaan kalian bersih dari hutang dan kalian dapat menunaikan zakatnya.” (HR. Baihaqi)

Sebenarnya penunaian zakat tidak memiliki keterkaitan khusus dengan bulan tertentu. Tetapi terkait dengan masa akhir haulnya. Jika masa akhirnya adalah Syawwal, Ramadhan, atau Muharram, maka berarti ia berkewajiban menunaikan zakat pada bulan-bulan itu, karena sudah jatuh melewati haul atau umur setahun.

Keempat, Umrah

Sebagian sahabat seperti Umar bin Khattab ra, dan Abdullah bin Umar ra menunaikan umrah di bulan Rajab. Bahkan, Umar bin Khattab ra menyunahkannya. Ibnu Sirin menyatakan bahwa ulama’ salaf banyak yang menunaikan umrah di bulan Rojab ini.

Pada prinsipnya, kita disunnahkan untuk menyambung antara haji dan umrah. Berarti, kita sebaiknya berumrah di luar bulan-bulan haji (Syawwal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah). Jadi, di luar ketiga bulan haji berarti merupakan waktu yang baik untuk umrah, termasuk bulan Rajab.

Di Bulan Rajab ini, semoga kita menjadi hamba yang terhindar dari segala kejelekan dan kemaksiatan, selalu beruntung dengan melakukan banyak ladang amal ibadah, mendapatkan pahala amal ibadah yang berlipat dan selalu mendapatkan ridha dari Allah SWT. Aamiin

جَعَلَناَ اللَّهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِينَ.، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ. ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوَادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.

أَلْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا   أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى. يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِىٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ أَعِزِّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ. وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالْغَلَاءَ وألطَّاعُوْنَ وَقَرَنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً. يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

Muqorrobin
Wakil Katib PCNU Ponorogo

 

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera