NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ribuan Jamaah Diperkirakan Hadiri Haul Akbar ke-279 Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari Ponorogo

Dokumentasi Haul Kiai Ageng Muhammad Besari ke-276

NU Online Ponorogo – Masyarakat Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, bersiap menyambut pelaksanaan Haul Akbar ke-279 Kyai Ageng Muhammad Besari yang akan digelar pada 26 April hingga 2 Mei 2026 di kawasan Tegalsari, Jetis. Kegiatan tahunan ini diprediksi kembali menyedot ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Haul ini merupakan bentuk penghormatan kepada Kyai Ageng Muhammad Besari, tokoh ulama besar yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Ponorogo sejak sekitar abad ke-17. Selain itu, rangkaian acara juga sekaligus mengenang Kyai Ageng Khotib Anom dan Kyai Ageng Nur Shodiq Al-Hafidz.

Panitia penyelenggara telah menyiapkan berbagai kegiatan religius dan budaya yang akan berlangsung selama sepekan. Acara diawali pada Ahad malam (26/4) dengan kegiatan manggulan di Masjid Baiturrahman, Dukuh Setono, Tegalsari.

Rangkaian acara Haul Kiai Ageng Muhammad Besari ke-279 tahun 2026

Memasuki hari kedua, Senin (27/4), akan digelar manaqib kubro yang menghadirkan KH Imam Suyono dari Ponorogo. Sementara pada Selasa (28/4), masyarakat akan mengikuti Majelis Simaan Al-Qur’an yang berlangsung sejak pagi hingga sore di masjid, mushola, dan rumah warga.

Masih di hari yang sama, malam harinya akan dilaksanakan tahlil kubro dan ambengan di area kompleks makam serta Masjid Jami’ Tegalsari, yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia dan didirikan sekitar abad ke-18. Rangkaian ini menjadi momen penting bagi jamaah untuk berdoa bersama sekaligus mempererat kebersamaan.

Kegiatan berlanjut pada Rabu (29/4) dengan kirab budaya Tegalsari yang menampilkan kekayaan tradisi lokal. Kirab ini akan menempuh rute dari makam Kiai Danapura di Dusun Setono, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis—yang merupakan guru Kiai Ageng Muhammad Besari—hingga berakhir di area Masjid Jami’ Tegalsari. Beragam kesenian daerah turut menyemarakkan prosesi yang diperkirakan menyedot ribuan pasang mata.

Sholawatan dan pengajian akan menghadirkan Gus Sholeh Ilham dari Jogjakarta dan Ahbabul Musthofa dari Madiun

Pada malam harinya, acara sholawatan dan pengajian akan menghadirkan Gus Sholeh Ilham dari Jogjakarta dan Ahbabul Musthofa dari Madiun.

Puncak acara yang dijadwalkan pada Sabtu (2/5/2026) malam akan diisi dengan doa bersama untuk bangsa yang dihadiri sejumlah masyayikh Jawa Timur. Di antaranya KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Agoes Ali Masyhuri, dan KH Said Aqil Siroj. Selain itu, kehadiran Gus Kautsar dan Gus Miftah juga dipastikan menjadi magnet tersendiri yang menarik antusiasme jamaah.

Puncak acara diisi dengan doa bersama untuk bangsa yang dihadiri sejumlah masyayikh Jawa Timur, diantaranya KH. Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. Agoes Ali Masyhuri, dan KH. Said Aqil Siroj

Ketua panitia, Teguh Widadi, menyampaikan bahwa kegiatan haul ini tidak hanya menjadi ajang religi, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebangsaan dan persatuan. “Kami berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kiai Ageng Muhammad Besari, Hamdan Rifai, menegaskan bahwa haul akbar bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan ini mengandung semangat untuk mewarisi nilai-nilai luhur perjuangan Sahibul Haul. “Keteladanan Kiai Ageng Muhammad Besari adalah ikhlas dan sabar dalam mendidik santri sehingga melahirkan tokoh-tokoh penting di Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, doa bersama untuk bangsa menjadi bagian penting dalam rangkaian haul sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi kebaikan Indonesia.

Pemerintah daerah bersama panitia juga mengimbau para jamaah untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama mengikuti kegiatan. Selain itu, pengunjung diharapkan mematuhi arahan petugas demi kelancaran acara.

Haul Akbar Kyai Ageng Muhammad Besari sendiri telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu ikon religi dan budaya di Ponorogo.

Kontributor: kaelfykrie

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *