
NU Online Ponorogo — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Slahung menggelar Lailatul Ijtima’ di Masjid Roudlotul Jannah, Dukuh Gagakan, Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, Selasa Pon (13/10) malam. Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 23.30 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 MWCNU Slahung.
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema dari Kementerian Agama, yakni “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, serta tema dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yaitu “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Slahung, badan otonom (Banom) NU, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Slahung.

Turut hadir Camat Slahung Nurhuda Rifai, S.STP., M.Si., Bhabinkamtibmas Aiptu Mulyanto yang mewakili Kapolsek, Babinsa Serka Jamari yang mewakili Danramil 0802/10, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Desa Ngloning Qomaruddin beserta perangkat desa, serta takmir masjid dan mushala se-Desa Ngloning.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Ratib dan selawat, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai keagamaan, kebangsaan, dan semangat kebersamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Ngloning, sambutan Ketua MWCNU Slahung Drs. KH. Larman, serta sambutan Camat Slahung Nurhuda Rifai, S.STP., M.Si.

Memasuki acara inti, kegiatan diisi dengan mauidhah hasanah oleh jajaran Syuriyah. KH. Imam Muhadji menyampaikan materi mengenai pentingnya empat dasar hukum Ahlussunnah wal Jamaah. Materi tersebut menjadi bagian dari penguatan pemahaman keagamaan bagi warga Nahdlatul Ulama.
Mauidhah hasanah berikutnya disampaikan oleh KH. M. Sjahuri Abdullah dengan materi tentang Syiddatul Maut. Penyampaian materi tersebut menjadi pengingat bagi jamaah mengenai kematian dan pentingnya mempersiapkan diri melalui amal kebaikan.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan ramah tamah bersama para takmir masjid. Melalui kegiatan ini, MWCNU Slahung turut menyemarakkan rangkaian Hari Santri 2026 sekaligus mempererat silaturahmi antara pengurus NU, badan otonom, unsur pemerintah, dan masyarakat.
Kontributor: Ma’shum Syah