
NU Online Ponorogo — Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD-PCNU) Ponorogo menggelar kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) sekaligus sarasehan bersama Ketua LD-MWCNU se-Kabupaten Ponorogo, bertempat di Graha PCNU Ponorogo, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk mengevaluasi program dakwah yang telah berjalan sekaligus merumuskan penguatan dakwah NU di tingkat kecamatan.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus LD-PCNU dan LD-MWCNU se-Kabupaten Ponorogo, serta diikuti oleh KH. Sugeng A. Wahid dan Habibul Anami yang hadir mewakili Ketua Tanfidziyah PCNU Ponorogo.
Ketua LD-PCNU Ponorogo, H. Bahrun Nasikin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya forum anev dan sarasehan sebagai sarana memperkuat koordinasi dan kesatuan gerak dakwah NU.
“Anev ini bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa dakwah NU benar-benar menyentuh umat dan menjawab kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan,” ujar H. Bahrun Nasikin.
Dalam sesi sarasehan, salah satu fokus utama yang dibahas adalah evaluasi pelaksanaan Ngaji Ahad Pon yang rutin digelar di halaman Masjid NU Ponorogo. Berdasarkan laporan panitia, kegiatan tersebut menunjukkan tren positif dengan jumlah jamaah yang terus meningkat.
“Alhamdulillah, Ngaji Ahad Pon menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jamaah terus bertambah, ini menjadi tanda bahwa dakwah yang disampaikan relevan dan dibutuhkan masyarakat,” ungkap H. Bahrun Nasikin.
Disampaikan pula bahwa pada pelaksanaan Ngaji Ahad Pon berikutnya, 11 Januari 2026, pengajian akan diisi oleh KH. Lukman Dimyati dari Pondok Pesantren Tremas, Pacitan. Selain itu, LD-PCNU mendorong agar seluruh aktivitas dakwah LD-MWCNU dilaporkan secara rutin melalui grup WhatsApp serta diperluas publikasinya melalui media sosial.
“Pelaporan kegiatan dan publikasi di media sosial penting agar dakwah NU tidak hanya berjalan, tetapi juga terdokumentasi dan bisa menginspirasi wilayah lain,” tambahnya.
Agenda penting lainnya adalah pembahasan rencana Pelatihan Kader Dai yang direncanakan berlangsung pada pertengahan April 2026. Kegiatan ini akan menjadi kolaborasi antara LD-PCNU Ponorogo dan LD-PWNU Jawa Timur.
Menurut H. Bahrun Nasikin, pelatihan tersebut harus dipersiapkan secara matang.
“Kita ingin melahirkan kader dai yang tidak hanya mampu berceramah, tetapi juga memahami konteks sosial masyarakat dan membawa nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah secara bijak,” tegasnya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, LD-PCNU juga meminta kesiapan LD-MWCNU di setiap kecamatan untuk menyiapkan minimal satu penceramah yang akan dijadwalkan mengisi kultum setelah salat tarawih menjelang witir.
“Ramadhan adalah momentum dakwah yang sangat strategis. Karena itu, kesiapan dai dari setiap kecamatan menjadi bagian penting dalam menguatkan syiar NU,” kata H. Bahrun.
Dalam kesempatan tersebut, LD-PCNU Ponorogo juga menyampaikan informasi kerja sama dengan Bang DAI terkait program dana talangan haji tanpa jaminan. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang ingin segera mendaftar haji namun terkendala dana awal.
“Ini adalah bagian dari layanan umat. Kami berharap program dana talangan haji ini bisa menjadi solusi dan memberi kemudahan bagi warga yang memiliki niat kuat untuk berhaji,” pungkas H. Bahrun Nasikin.
Kegiatan anev dan sarasehan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara LD-PCNU dan LD-MWCNU se-Kabupaten Ponorogo, demi terwujudnya dakwah NU yang terarah, berkelanjutan, dan membawa kemaslahatan nyata bagi umat.
Kontributor: Sahabat Media LTN