NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Halalbihalal PCNU Ponorogo Bahas Qonun Asasi hingga Persiapan Muktamar NU 2026

Moment halal bihalal PCNU Ponorogo, dihadiri segenap jajaran Syuriah, Tanfidziah, dan pengurus lembaga dan banom

NU Online Ponorogo, 17 April 2026 — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo menggelar halalbihalal yang dirangkai dengan pengajian kitab Qonun Asasi di Graha PCNU Ponorogo, Jumat (17/4/2026), bertepatan dengan 29 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus, lembaga, badan otonom (Banom), serta unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Ponorogo.

Dalam sesi pengajian, K. Hanif Abdul Ghofir, Wakil Rais PCNU Ponorogo, mengulas nilai-nilai penting dalam Qonun Asasi, kitab yang menjadi fondasi organisasi Nahdlatul Ulama. Ia menyampaikan pesan reflektif tentang makna diam dalam berbagai konteks. “Diamnya orang alim adalah ibadah, diamnya kiai adalah ibadah, tetapi diamnya orang bodoh bisa menjadi dosa,” ujarnya, disambut perhatian hadirin.

K. Hanif juga menyinggung tradisi khas masyarakat Indonesia dalam merayakan momentum keagamaan. Menurutnya, halal bihalal dan peringatan Maulid Nabi memiliki ragam bentuk kegiatan, mulai dari pengajian hingga hiburan rakyat. “Selama tujuannya untuk mengingat dan memuliakan, itu adalah bagian dari ekspresi budaya yang perlu dihormati,” katanya, yang sempat mengundang tawa hadirin.

KH. Hanif Abdul Ghofir mengisi pengajian kitab Qonun Asasi

Sementara itu, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan hasil konferensi organisasi serta agenda strategis ke depan. Ia menyoroti rencana pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026. Beberapa lokasi yang dipertimbangkan antara lain Lirboyo, Bangkalan (asrama haji), serta alternatif di Sumatra Barat dan Riau.

Selain itu, PCNU Ponorogo juga tengah mempersiapkan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II. Tahapan persiapan telah dimulai sejak Mei mendatang, sebagai bagian dari kontribusi menuju Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Dalam forum tersebut, Kiai Abidin memberikan sejumlah masukan teknis, mulai dari penyusunan rumusan masalah, konsolidasi lintas lembaga, hingga pemanfaatan instrumen digital seperti Google Form untuk menjaring isu-isu aktual di masyarakat.

“Rumusan masalah harus berbasis pada persoalan nyata yang dihadapi warga. Koordinasi antar-lembaga penting agar hasil Muskercab tidak tumpang tindih, tetapi saling menguatkan,” ujarnya.

Sambutan ketua PCNU Ponorogo Dr Idham Mustofa M.Pd., menyoroti persiapan muskercab

Tahapan Muskercab II juga mencakup proses rekapitulasi isu, pembahasan mendalam, sinkronisasi program, hingga pleno sebagai penetapan akhir. Ketua PCNU Ponorogo meminta jajaran kesekretariatan segera menindaklanjuti penyebaran agenda dan instrumen pendukung kepada seluruh lembaga dan Banom.

Di bidang organisasi, Bendahara PCNU Ponorogo, Kiai Haji Tohir, menegaskan pentingnya penguatan kemandirian finansial melalui iuran bulanan pengurus (i’anah syahriyah) sebesar minimal Rp20.000 per orang. Selain itu, dukungan dari para donatur juga diharapkan terus diperkuat.

Sementara itu, laporan dari admin PCNU menyoroti pentingnya pembaruan data administrasi pengurus secara digital. Seluruh elemen diminta segera melengkapi dan memperbarui data guna mendukung tertib administrasi organisasi.

Kegiatan halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi dalam menghadapi agenda-agenda strategis Nahdlatul Ulama ke depan.

Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *