NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

LPBI NU Ponorogo Susun Program Strategis Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim pada Muskercab II

Penyerahan Dokumen RKA oleh ketua LPBINU, Khusnul Habib kepada Koordinator Bidang seni budaya dan lingkungan hidup, K. Sunartip Fadhlan

NU Online Ponorogo – LPBI NU Ponorogo menyusun rencana strategis (renstra) periode 2024–2029 sebagai langkah konkret dalam memperkuat gerakan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di Kabupaten Ponorogo pada Muskercab II di Graha PCNU Ponorogo, Sabtu (23/5). Dokumen perencanaan tersebut memuat berbagai program prioritas yang berorientasi pada penguatan kesiapsiagaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pembangunan komunitas yang tangguh terhadap risiko bencana.

Seluruh program dalam renstra tersebut mendapat dukungan penuh dari PCNU Ponorogo sebagai bentuk komitmen organisasi dalam merespons isu lingkungan dan kebencanaan yang semakin kompleks.

Dalam dokumen tersebut, LPBI NU Ponorogo menetapkan sejumlah program strategis yang terbagi ke dalam beberapa sektor gerakan utama, mulai dari penghijauan, pendidikan tanggap bencana, hingga pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Penghijauan dan Penguatan Relawan Tangguh

Program pertama berfokus pada mitigasi penghijauan dan pengadaan bibit tanaman. Melalui program ini, LPBI NU Ponorogo ingin membangun kesadaran ekologis sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah Ponorogo.

Salah satu agenda prioritas adalah pelatihan Relawan NU Peduli yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk mencetak relawan tangguh yang memiliki kesiapan cepat dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.

Selain itu, LPBI NU Ponorogo juga merancang program penghijauan daerah mata air pada Oktober 2026. Program ini menyasar kawasan sumber air di Ponorogo guna menjaga keberlangsungan ekosistem dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, upaya keberlanjutan lingkungan juga diwujudkan melalui program pembuatan bibit tanaman yang dipusatkan di Rumah Bibit NU Peduli pada Mei 2026. Program tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan penghijauan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.

pose bersama Lesbumi dan jajaran korbid

Sekolah dan Pesantren Tangguh Bencana

Di sektor pendidikan, LP Ma’arif NU bersama LPBI NU Ponorogo akan mengembangkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini diwujudkan melalui simulasi mitigasi bencana di sekolah dan pondok pesantren yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menyasar lembaga pendidikan Ma’arif dan berbagai pesantren di Ponorogo dengan tujuan membentuk komunitas pendidikan yang memiliki kesiapan mental maupun fisik dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui simulasi dan edukasi kebencanaan, para siswa, santri, serta tenaga pendidik diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang langkah penyelamatan diri dan penanganan awal saat terjadi bencana.

Gerakan Mitigasi Perubahan Iklim

Sebagai bagian dari upaya merespons ancaman perubahan iklim, LPBI NU Ponorogo juga menggagas program sosialisasi bank sampah yang akan dilaksanakan pada Juni 2026. Program ini menyasar kelompok pengelola sampah di lingkungan masyarakat, sekolah, dan pondok pesantren.

Melalui gerakan tersebut, LPBI NU berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat dalam mengurangi dampak pemanasan global melalui pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program bank sampah juga diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca dari limbah domestik.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam pelaksanaan seluruh program strategis tersebut, LPBI NU Ponorogo bertindak sebagai leading sector dengan membangun sinergi bersama berbagai pihak, di antaranya LAZISNU, Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), LP Ma’arif NU, serta sejumlah pihak perbankan.

Dokumen renstra tersebut disusun oleh Ketua LPBI PCNU Ponorogo, Khusnul Habib dan Sekretaris Sopian. Perencanaan itu juga diketahui dan ditinjau oleh jajaran Koordinator Bidang Seni Budaya dan Lingkungan Hidup PCNU Ponorogo, yakni Sunartip Fadlan dan Marji Nur Cahyo.

Melalui penyusunan renstra ini, LPBI NU Ponorogo berharap gerakan mitigasi bencana dan perubahan iklim tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Ponorogo.

Konributor: Tim Media LPBI NU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *