NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

IKLAN

Naskah Khutbah Jumat Singkat NU Bahasa Indonesia – Keistimewaan Al-Qur’an – Singkat Tapi Sarat Makna

Naskah Khutbah Jumat Singkat NU Bahasa Indonesia - Keistimewaan Al-Qur’an - Singkat Tapi Sarat Makna
Naskah Khutbah Jumat Singkat NU Bahasa Indonesia – Keistimewaan Al-Qur’an – Singkat Tapi Sarat Makna

KHUTBAH I

الْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ بِنِعْمَتِهِ اهْتَدَى الْمُهْتَدُوْنَ. وَبِعَدْلِهِ ضَلَّ الضَّالُّوْنَ. لَا يَسْئَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يَسْئَلُوْنَ. اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمِدَ عَبْدٌ نَزْهَ رَبِّهِ عَمَّا يَقُوْلُ الظَّالِمُوْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لا اله الا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه وَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَأَشْهَدُ أنَّ محمدا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَأْمُوْن.

اللهم صلِّ عَلَى عَبْدِكَ و رَسُوْلِكَ محمَّدٍ وعَلى آلِهِ وَاَصْحَابِهَ الذِيْنَ هُمْ بِهُدَاىهُ مُسْتَمْسِكُوْنَ. وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اما بعد

فَيَا أَيُّها الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ : أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ وَأَطِيْعُوْهُ  لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

Hadirin Jamaah Jumah Rohimakumulloh.

Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya kapanpun dan dimanapun kita berada. Dengan satu keyakinan bahwa hanya dengan ketaqwaan itulah kita akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan serta keselamatan hidup didunia dan di akherat kelak.

Hadirin Jamaah Jumah Rohimakumulloh.

Kandungan Al-Quran Al-Karim memiliki keunikan dan kemukjizatan yang membuat orang terpesona berkaitan dengan susunan kata dan kalimatnya. Salah satu keistimewaan  Al-Qur’an Al-Karim adalah kalimatnya yang singkat tetapi memiliki makna yang luas. Singkat tetapi sarat akan makna, bagaikan berlian yang memancarkan cahaya dari setiap sisinya.

Jika kita memandang dari satu sisi, sinar yang dipancarkan berbeda dengan sinar yang memancar dari sisi yang lain. Bahkan bila orang lain yang memandangnya maka apa yang dilihatnya akan berbeda satu dengan yang lain. Sebagai contoh dalam Surat Al-Baqarah ayat 212 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

Ayat ini bisa berarti :

  1. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi rizqi kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa ada yang berhak mempertanyakan kepada-Nya mengapa Dia memperluas kepada seseorang dan mempersempit kepada yang lain.
  2. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa memperhitungkan pemberian itu (karena Allah Maha Kaya).
  3. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rezeki tanpa yang diberi rezeki tersebut dapat menduga kehadiran rezeki itu.
  4. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rezeki kepada seseorang tanpa yang bersangkutan dihitung secara detail amal-amalnya.
  5. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rezeki kepeda seseoarng dengan jumlah rezeki yang amat banyak sehingga yang bersangkutan tidak mamapu menghitungnya.

Pengertian yang pertama (1) menjelaskan perolehan rezeki yang pada dasarnya adalah karena anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bukan ditentukan oleh upaya manusia. Sehingga banyak orang telah berusaha tapi gagal dan ada yang tidak berusaha  tetapi rezeki malah mendatanginya.

Pengertian kedua (2) menggarisbawahi bahwa betapa luas kekayaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam pandangan manusia begitu luasnya bahkan tanpa batas.

Pengertian ketiga (3)  mengisyaratkan bahwa ada orang-orang yang dianugerahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala rezeki dari sumber yang dia tidak diduga sebelumnya.

Pengertian keempat (4)  mengisyaratkan bahwa orang-orang mukmin yang dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke Surga tanpa Allah Ta’ala melakukan perhitungan yang mendetail tentang amal-amalnya.

Pengertian kelima (5) mengandung arti bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala melipat gandakan ganjaran seseorang, dengan pelipatgandaan yang tidak dapat dihitung.

Hadirin Jamaah Jumah Rohimakumulloh.

Seluruh makna yang telah disebutkan tadi, kesemuanya  telah tercakup dalam pengertian ayat:

وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

Bahkan boleh jadi masih ada makna yang lain yang dapat digali dari ayat tersebut. Para ulama yang berkecimpung dalam studi Al-Qur’an Al-Karim akan dapat menangkap makna-makna baru yang belum terungkap oleh penelitian dan studi manusia pada generasi yang lalu.

Mudah-mudahan kita senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala sehingga kita termasuk orang yang mengimani Al-Qur’an Al-Karim berikut kemu’jizatannya yang pada akhirnya menghantarkan kita mencapai akhir kehidupan di dunia yang khusnul khotimah. Amin

اِنَّ اَحْسَنَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ الْمَلِكُ الْعَلَّامُ. وَاللهُ يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِ الْمُهْتَدُوْنَ. فَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَاَنْصِطُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. أعوذ باالله من الشيطان الرجيم.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الغَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات، فَاسْتَغْفِرُوْهُ ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلهَ اِلَّا الله اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ ، وَاَشْهَدُ اَنَّ محمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الـْخَلَائِقِ وَالْبَشَرْ ، اللهُمَّ  صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الْمُخْتَرِ وَآلِهِ الْأَطْهَارِ وَاَصْحَابِهِ الْأَخْيَارِ ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ :

فَيَا عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهْ. وَلَمْ يَزَل قَائِلًا عَلِيْمًا : اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ ، يَآأيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ  صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا محمد و على آله واصحابه والتابعين وتَابِعِ التَّابعين وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْن. وَاْرضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللهُمَّ  اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ  وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللهُمَّ  انْصُرْ مَنَ نَصَرَ الدِّيْنَ  وَأَخْذِل  مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ أَعْلِي كَلِمَتَكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ  اصْلِحْ لَنَا  دِيْنَانا الَّذِيْ هُوْ عِصْمَةُ اَمْرِنَا وَاَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا وَاَصْلِحْ لَنَا  آخِرَتَنَا التِي اِلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلَّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. اللهُمَّ اجْعَلْنَا وَأَزْوَاجَنَا وَأَوْلَادَنَا وَذُرِّيَّاتَنَا وَجَمَاعَتَنَا مِنْ أَهْلِ لاَ إله إلا اللهُ محمد رسولُ اللهِ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتَنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً  وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانَ وَايتَائ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى مِنَ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيَ. يَعِدُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُم وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهَ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اكبر.

H.M. ASADUDIN LUQMAN, M.Pd.I
Ketua LP Maarif NU Cabang Ponorogo

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera