
NU Online Ponorogo – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LPBI NU Ponorogo bersama NU Care-LAZISNU Ponorogo menggelar aksi penanaman pohon massal yang berlangsung serentak di dua lokasi berbeda, yakni Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan, Senin (1/6/2026).
Mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan Bersama NU”, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang.
Aksi penghijauan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader NU, relawan lingkungan, Banser, hingga pemuda desa setempat. Tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi menarik dengan menggabungkan gerakan penghijauan dan pengelolaan limbah melalui pemanfaatan ban bekas sebagai media tanam.
Ketua LPBI NU Ponorogo, Khusnul Khabib, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah ban bekas merupakan salah satu bentuk edukasi lingkungan yang ingin dikenalkan kepada masyarakat. Menurutnya, ban bekas merupakan jenis sampah yang sulit terurai sehingga perlu diolah secara kreatif agar memiliki nilai guna baru.
“Melalui pemanfaatan ban bekas sebagai media tanam, kita tidak hanya melakukan penghijauan, tetapi juga berupaya mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, area penanaman menjadi lebih tertata dan menarik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya NU Care-LAZISNU Ponorogo, Karang Taruna Mumpuni Desa Sukosari, Sahabat Banser, serta para relawan lingkungan dari Desa Tanjungsari.
Dalam aksi tersebut, para relawan menanam berbagai jenis tanaman produktif dan penghijauan yang diharapkan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 62 bibit alpukat dan 20 bibit kakao ditanam di sejumlah titik, disertai beberapa jenis tanaman bunga untuk memperindah lingkungan sekitar.
Perwakilan NU Care-LAZISNU Ponorogo, Jam’un Haidar, mengapresiasi semangat para relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan secara bersamaan di dua lokasi menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Melalui program ini, LPBI NU Ponorogo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga ekosistem. Semangat Dari Bumi, Untuk Bumi, Bersama NU menjadi energi bagi para relawan untuk terus menghijaukan lingkungan demi terjaganya kualitas udara dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa langkah sederhana seperti menanam pohon dan mendaur ulang limbah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak jangka panjang. Dengan memadukan gerakan penghijauan dan inovasi pengelolaan limbah, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo berharap dapat menumbuhkan budaya cinta lingkungan sekaligus menginspirasi masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam menjaga bumi.
Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, aksi penanaman pohon ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial Hari Lingkungan Hidup, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk mewariskan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi yang akan datang.
Kontributor: Tim Media LPBI NU