NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

PC JQHNU Ponorogo Sukses Selenggarakan Pelatihan Perhakiman MTQ Cabang Tilawah dan Hifzhil Qur’an

PC JQHNU Ponorogo menyelenggarakan Pelatihan Perhakiman Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) cabang Tilawah dan Hifzhil Qur’an di Graha PCNU Ponorogo, Sabtu (7/11/).

NU Online Ponorogo – Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Ponorogo sukses menyelenggarakan Pelatihan Perhakiman Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk Cabang Tilawah dan Hifzhil Qur’an. Acara ini berlangsung dengan khidmat di Graha PCNU Ponorogo pada Sabtu (7/11).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 98 peserta yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo. Para peserta terdiri dari muhibbul Qur’an (pencinta Al-Qur’an), pembina Al-Qur’an, serta Ustadz dan Ustadzah Al-Qur’an yang aktif membimbing generasi muda di wilayah Bumi Reog.

Untuk menjaga kualitas dan standardisasi penilaian, panitia menghadirkan para pakar yang kompeten di bidangnya. Narasumber yang hadir memberikan materi berasal dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Ponorogo serta jajaran Dewan Hakim MTQ Provinsi Jawa Timur, yaitu Kyai Ali Mas’ud, S.H.I., Kyai Ahmad Zubaidi, S.Pd.I., dan Miftahul In’am, S.Pd.I., M.Pd.

Sebanyak 98 peserta mengikuti Pelatihan Perhakiman MTQ yang diselenggarakan PC JQHNU Ponorogo sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan objektivitas penilaian dalam perlombaan MTQ.

Kupas Tuntas Standar Penilaian dan Praktik Penjurian

Dalam sesi materi, para narasumber mengupas tuntas regulasi terbaru dan indikator penilaian formal yang berlaku di tingkat nasional maupun provinsi. Pada cabang Tilawah, fokus pelatihan meliputi penekanan terhadap kualitas tajwid (ketepatan makhraj, sifatul huruf dan hukum bacaan), fashahah (kefasihan dan kejelasan suara), penguasaan lagu/irama (variasi maqamat), serta keserasian suara dan pengaturan napas.

Sementara itu, untuk cabang Hifzhil Qur’an, materi difokuskan pada aspek kekuatan tahfizh (kelancaran hafalan dan ketepatan menjawab soal), aspek tajwid, serta fashahah. Tidak hanya menerima teori, 98 peserta juga dilibatkan dalam sesi simulasi penjurian langsung. Mereka diajak menyimak rekaman bacaan ayat dan bersama-sama belajar memberikan bobot nilai serta menganalisis kesalahan umum yang sering dilakukan oleh peserta lomba.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, wawasan, serta objektivitas para calon hakim maupun pembina MTQ di tingkat lokal. Melalui bimbingan langsung dari Dewan Hakim tingkat provinsi, para ustadz dan pembina diharapkan mampu memahami secara mendalam standar penilaian, guna melahirkan qari-qariah dan hafizh-hafizhah berprestasi dari Ponorogo di masa depan.

Kontributor : PC JQHNU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *