
NU Online Ponorogo – Ada cara unik yang dilakukan Nyai Hj. Mitroatin, S.Pd., MM, Dewan Pakar PC Muslimat NU Bojonegoro sekaligus Wakil Ketua BKMT Jawa Timur, saat memberikan tausiyah dalam pengajian PC Muslimat NU Ponorogo dalam rangka Hari Santri 2026, Sabtu (7/11).
Di hadapan ratusan ibu-ibu pengurus Muslimat NU yang memadati halaman kantor PCNU Ponorogo, Bu Nyai Mitroatin tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan melalui ceramah. Ia juga mengajak jamaah berinteraksi dengan cara yang menghibur dan penuh kejutan.
Di sela-sela penyampaiaan tausiyah, Bu Nyai Mitroatin unjuk suara emas dengan membawakan beberapa lagu bernuansa religi dan sarat hikmah. Penampilannya semakin semarak dengan iringan grup rebana TK Muslimat 1 Ponorogo. Tak kalah menariknya, ia juga membawa sendiri aksesori gelembung busa yang menambah suasana pengajian menjadi lebih meriah.
Kejutan berikutnya muncul ketika ia menyampaikan materi tentang *tujuh penghalang manusia masuk surga* . Ketujuh perkara tersebut ditulis pada secarik kertas, kemudian dimasukkan ke dalam amplop tertutup. Ia lalu memanggil tujuh pengurus Muslimat NU untuk maju dan membacakan isi amplop masing-masing.
Menariknya, setiap amplop ternyata tidak hanya berisi pesan keagamaan, tetapi juga uang hadiah bagi ibu-ibu yang berani tampil di hadapan jamaah. Cara ini mengundang antusiasme dan kegembiraan para peserta.

Sementara itu, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, dalam Berbagainya mengingatkan pentingnya perhatian organisasi terhadap generasi usia remaja agar tetap tertarik untuk bergabung dan berkhidmah melalui NU.
Ia menyitir hasil angket yang menunjukkan kecenderungan menurunnya minat remaja terhadap organisasi, dan fenomena tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan NU.
“Ini menjadi tantangan bersama. Kita perlu mencari cara dan solusi agar anak-anak usia remaja tertarik untuk berorganisasi. Jangan sampai mereka tumbuh jauh dari tradisi kebersamaan dan pengabdian melalui organisasi,” pesannya.
Bagaimanapun, keinginan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan generasi sekarang dalam menyiapkan dan merangkul generasi penerus. Oleh karena itu, Muslimat NU juga memiliki peran strategi dalam menanamkan kecintaan berorganisasi sejak lingkungan keluarga.
Acara ditutup doa dipimipin Wakil Rais PCNU Ponorogo, KH. Kholid Ali Husni. Menjelang bantuan bubar, PC Muslimat mengumumkan dana 5000 ribu rupiah dari KBIHU An Nahdliyah – USKINU untuk masing-masing PAC Muslimat NU se Kabupaten Ponorogo.
Kontributor: Sekretariat PCNU Ponorogo