
NU Online Ponorogo — Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) untuk pertama kalinya menggelar bahtsul masail di wilayah eks Karesidenan Madiun. Kegiatan yang masuk angkatan ke-44 ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo, Rabu (17/12) hingga Kamis (18/12). Peserta bahtsul masail sebanyak 450 santri dari berbagai pondok pesantren se-Jawa dan Madura.
PCNU Ponorogo melalui ketuanya, Dr. Idam Mustofa, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya forum ilmiah ini. Menurutnya, keterlibatan langsung para santri dalam bahtsul masail menjadi pengalaman berharga yang kelak akan berpengaruh besar dalam perjalanan mereka setelah lulus dari pondok.
“Para peserta adalah para santri yang akan menjadi kader LBM atau bahkan Syuriah ketika kembali ke masyarakat nanti. Pengalaman ini sangat penting untuk membentuk kemampuan analisis fikih dan menyelesaikan persoalan keumatan secara metodologis,” ujar Dr. Idam.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada PP Darul Huda yang telah menjadi tuan rumah pertama FMPP di wilayah eks karesidenan Madiun. “Ini bukan hanya sekadar menjadi tuan rumah, tetapi mengangkat nama wilayah eks karesidenan Madiun dalam arena keilmuan pesantren,” imbuhnya.
Dengan terselenggaranya pertemuan ini, kian memperkokoh posisi wilayah eks Karisidenan Madiun sebagai salah satu pusat dinamika keilmuan dan bahtsul masail di Indonesia.
PCNU Ponorogo berharap forum ini tidak berhenti menjadi agenda seremonial, namun dapat menjadi pemantik semangat para santri untuk terus memperdalam kemampuan bahtsul masail, memahami berbagai khazanah kitab turats, serta mengasah tradisi diskusi ilmiah khas pesantren.
Pantauan di lapangan, kegiatan berjalan khidmat dan produktif, menunjukkan antusiasme para santri dalam menggali dan merumuskan pandangan fiqh terhadap isu-isu kekinian.
Kontributor: Sahabat Media LTN