Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

PCNU Ponorogo Siapkan Peringatan Hari Santri Nasional 2020

Kegiatan Hari Santri Nasional PCNU Ponorogo
Rangkaian Kegiatan Hari Santri PCNU Ponorogo

NU Ponorogo Online – Meski masih dalam suasana Pandemi Covid-19, PCNU Ponorogo berencana tetap akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Hanya saja, bentuk rangkaian kegiatannya akan disesuaikan dengan standar protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.

“PCNU Ponorogo tetap akan menyelenggarakan peringatan (HSN, Red). Soal bentuk kegiatannya, kan bisa megikuti protokol kesehatan,” kata Sekretaris PCNU Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin M.Ag.

Sebagaimana diketahui, setiap tanggal 22 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Peringatan ini menandai keluarnya seruan Resolusi Jihad yang dikumandangkan pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari. Resolusi Jihad ini sekaligus sebagai bukti nyata peran santri, baik semasa pra kemerdekaan atau sesudahnya. Resolusi Jihad itu memberi ultimatum kepada setiap laki-laki dewasa bahwa hukum ikut berperang mempertahankan kemerdekaan adalah fardlu ‘ain. Sejarah mencatat, Resolusi Jihad ini bak letupan bom atom yang membakar semangat bukan hanya di kalangan santri, tapi juga seluruh rakyat.

Mengingat pentingnya momentum Resolusi Jihad, kata Luthfi, PCNU Ponorogo memiliki kewajiban moral untuk memperingati setiap tahunnya. Untuk persiapan teknis tahun ini, PCNU Ponorogo sudah membentuk panitia pelaksana. Hal ini berdasarkan keputusan rapat harian yang digelar di Kantor PCNU Ponorogo, Minggu (4/10). Forum rapat harian menunjuk Dr. Miftahul Huda M.Ag sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Meski pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 sudah menetapkan istilah “Hari Santri”, panitia pelaksana sepakat untuk tetap menggunakan istilah lama. Yaitu Hari Santri Nasional.  “Ini sudah clear. Sudah disepakati bahwa kita pakai sebutan Hari Santri Nasional, disingkat HSN. Kalau Hari Santri saja, singkatannya kan jadi Hasan,” kelakar Huda, panggilan akrab dosen STAIN Ponorogo ini.

Huda menjelaskan, rapat harian pengurus PCNU memberikan amanat kepada panitia pelaksana untuk menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Diawali Ziarah Muassis, dilanjutkan Istighotsah Akbar, Upacara, Nonton Bareng Film “Sang Kyai” serta FGD (Focus Group Discussion, Red) buku “NU Ponorogo”. Peringatan HSN tahun ini akan dipungkasi dengan kegiatan Bahtsul Masail pada tanggal 25 Oktober 2020. Khusus kegiatan terakhir ini, Panitia Pelaksana menunjuk Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Ponorogo sebagai penanggungjawab acara.

“Untuk mematangkan rencana kegiatan, Panitia Pelaksana akan meengadakan rapat lagi insya Allah nanti pada tanggal tujuh Oktober. Kita akan undang semua lembaga dan banom di tingkat cabang,” tandas Huda.

Suasana Rapat Harian PCNU merencanakan Hari Santri 2020
Suasana Rapat Harian PCNU merencanakan Hari Santri 2020

Khusus terkait agenda bersama PCNU dengan seluruh lembaga dan banom di tingkat cabang, Luthfi mengingatkan Panitia Pelaksana untuk berkoordinasi. Seperti tahun sebelumnya, setiap lembaga dan banom biasanya juga menyelenggarakan peringatan HSN di lingkugan masing-masing. Misalnya saja PC GP Ansor yang sedang mempersiapkan ‘Kirab Do’a Pager Bumi KH Hasyim Asy’ari’, juga dalam rangka peringatan HSN Tahun 2020. “Saya kira perlu mengajak seluruh banom untuk mengintegrasikan agenda peringatan HSN,” tegasnya.

 

Reporter : Idam Musthofa

Editor : Lege

 

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *