
NU Online Ponorogo – Rapat Panitia Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Ponorogo yang digelar Rabu (6/5) menyoroti pentingnya sinkronisasi program kerja lembaga dengan arah strategis organisasi hasil Konferensi Cabang (Konfercab) XXII tahun 2024. Dalam rapat tersebut, jajaran SC menegaskan bahwa penyusunan program kerja tidak boleh sekadar berbasis gagasan personal pengurus, melainkan harus berangkat dari breakdown Rencana Strategis (Renstra) PCNU.
Sekretaris SC Muskercab II, H. Agus Nasruddin, mengungkapkan bahwa hasil telaah terhadap draft program sejumlah lembaga menunjukkan masih adanya ketidaksinkronan dengan arah strategis organisasi.
“Lembaga-lembaga PCNU belum sepenuhnya menyusun program berangkat dari breakdown program strategis atau renstra PCNU hasil Konfercab XXII tahun 2024 yang lalu. Program yang diusulkan masih sebatas hasil pikiran pengurus, belum menyentuh kebutuhan yang sebenarnya sudah dicanangkan dalam renstra,” ujarnya saat memberikan ulasan materi Muskercab pada rapat panitia.
Pria yang juga menjabat Sekretaris PCNU Ponorogo itu menilai, Muskercab II harus menjadi momentum penataan ulang pola perencanaan program agar seluruh perangkat organisasi memiliki arah gerak yang terukur dan saling terhubung.
“Kalau program kerja tidak diturunkan dari renstra, maka sulit mengukur capaian organisasi secara utuh. Karena itu, matriks program kerja nanti harus benar-benar memotret prioritas organisasi, bukan sekadar daftar kegiatan tahunan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, juga mengingatkan tim SC yang tengah menyusun matriks program kerja agar tetap mengacu pada mandat organisasi sebagaimana amanat Konfercab XXII.
“Konfercab XXII telah memberikan mandat yang jelas bahwa pengukuran kinerja harus mengacu pada amanat Perkum NU Nomor 5 Tahun 2024 tentang klasifikasi struktur dan pengukuran kinerja. Maka penyusunan program kerja tidak boleh lepas dari indikator-indikator yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis kinerja menjadi penting agar setiap lembaga memiliki parameter capaian yang jelas serta dapat dievaluasi secara objektif dalam forum organisasi.
Sementara itu, Ketua SC Muskercab II, Prof. Dr. KH. Lutfi Hadi Aminudin, menegaskan bahwa forum Muskercab II harus menghasilkan rumusan program kerja yang selaras dengan prioritas besar PCNU Ponorogo.
“Program kerja yang ditetapkan dalam Muskercab II harus mencantumkan program prioritas PCNU, di samping program-program yang nantinya dimandatkan kepada masing-masing lembaga. Jadi ada benang merah yang jelas antara arah kebijakan cabang dengan pelaksanaan di tingkat lembaga,” tandasnya.
Rapat SC tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan Muskercab II PCNU Ponorogo yang diarahkan untuk memperkuat tata kelola program, sinkronisasi kebijakan organisasi, serta penguatan budaya kerja berbasis perencanaan strategis dan pengukuran kinerja.
Kontributor: Sahabat Media LTN