Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

LP Maarif NU Tunjuk IGTKMNU Menjadi Agen BPJS Ketenagakerjaan

LP Maarif NU Tunjuk IGTKMNU Menjadi Agen BPJS Ketenagakerjaan
LP Maarif NU Tunjuk IGTKMNU Menjadi Agen BPJS Ketenagakerjaan

LP Maarif NU Tunjuk IGTKMNU Menjadi Agen BPJS Ketenagakerjaan

Sejak menandatangani MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra program jaminan sosial ketenagakerjaan, LP Ma’arif NU PCNU Ponorogo terus mengupayakan keikutsertaan pendidik dan tenaga kependidikan di bawah naungannya. Sampai berita ini diturunkan, 237 orang pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan madrasah Ma’arif NU terdaftar sebagai peserta.

“Ini (sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, red) adalah bentuk komitmen LP Ma’arif NU. Dan alhamdulillah, progresnya cukup bagus,” kata M. Asaduddin Luqman, M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif NU PCNU Ponorogo, Sabtu (26/9).

Data dari Sekretariat LP Maarif NU PCNU Ponorogo menyebutkan, para pendidik dan tenaga kependidikan dari unsur sekolah yang sudah terdaftar sebagai peserta berasal dari SD Ma’arif Ponorogo, SMP Maarif 1 Ponorogo dan SMP Maarif 8 Jetis.  Peserta unsur madrasah yang sudah terdaftar berasal dari MI Ma’arif Polorejo, MI Ma’arif Cekok, MI Nabatul Huda, MI Ma’arif Patihan Wetan, MI Ma’arif Gupolo, MI Ma’arif Syuhada, MI Ma’arif Polorejo, MI Ma’arif Sabilul Muttaqin, MI Ma’arif Surodikraman, MI Ma’arif Mayak, MI Ma’arif Bareng dan MI Ma’arif al-Islamiyah Selorejo.

“Untuk MTs (Madrasah Tsanawiyah, Red), baru satu lembaga. Yakni MTs Assalam Sooko. Sedangkan unsur MA (Madrasah Aliyah, Red) belum ada satupun  yang mendaftarkan diri,” jelas Asaduddin yang kerap disapa Gus Luqman.

Gus Luqman menambahkan, pihaknya akan terus mengupayakan agar seluruh pendidik dan tenaga pendidik LP Maarif NU dapat menjadi peserta. Di antaranya menggandeng Ikatan Guru TK Muslimat NU (IGTKMNU) sebagai agen. “Awalnya IGTKMNU yang meminta supaya ada sosialisasi, sekalian saja kita tunjuk sebagai agen. Memang, sesuai MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan, kita diberi hak untuk membentuk agen-agen penjaringan peserta,” ungkap Luqman.

Ketua IGTKMNU Ponorogo, Umi Hanifah M.Pdi, membenarkan bahwa lembaga yang digawanginya saat ini telah ditunjuk menjadi agen. Karena itu, IGTKMNU bersama seluruh jajarannya terus aktif menyelenggarakan sosialisasi program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. “Tanggal 9 September 2020 yang lalu, sebanyak 140 kepala RA Muslimat NU se-Kabupaen Ponorogo telah mendapat sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Umi Hanifah yang juga aktif mengajar di IAI Sunan Giri Ponorogo.

Sebagai agen BPJS, lanjut Umi Hanifah, pihaknya tidak mau membuang waktu. Upaya jemput bola dipilih sebagai strategi percepatan registrasi peserta dari kalangan pendidik dan tenaga kependidikan TK/RA Muslimat. “Kami beri batas waktu sampai akhir  September  ini semuanya sudah terdaftar sebagai peserta. Maka setiap hari kami aktif mengingatkan para kepala TK/RA dan playgroup melalui grup WA,” tandasnya.

Saat ini tercatat sebanyak 140 TK dan RA Muslimat NU yang berada di bawah binaan IGTKMNU. Info yang diperoleh dari Sekretariat LP Ma’arif NU, seluruh anggota IGTKMNU Ponorogo antusias untuk mengikuti program ini.

 

Reporter : Idam Musthofa

Editor : Lege

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *