Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

0831.2089.XXX

(T) : Assalaamualaikum wr. wb

Perkenalkan nama saya Nurrizqi. Alamat saya Bondowoso. Saya ingin bertanya Pak Kiai, apakah orang yang berbuat maksiat secara terang-terangan (muhajirin) tidak akan diampuni meskipun dia sudah bertaubat denga sesunnguhnya?
Sekian dari saya, terima kasih.

Wassalaamu’alaikum wr.wb

(J) : Taubat diterima jika memenuhi syarat taubat. Yaitu lepas dari perbuatan tersebut, bertujuan tidak akan mengulangi, merasa menyesal dalam hati. Hal ini berdasarkan ayat :

وَهُوَ ٱلَّذِي يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَعۡفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ

“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan”

-Surat Asy-Syura, Ayat 25

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *