Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Tanya Jawab Seputar Hukum Islam

Tanya Jawab Seputar Hukum Islam
Tanya Jawab Seputar Hukum Islam

Rubrik Tanya Jawab adalah :

  1. Ruang terbuka bagi umat Islam, khususnya nahdliyin

  2. Membahas seputar Hukum Islam

  3. Di bawah bimbingan langsung LBM (Lembaga Bahtsul Masail) PCNU Ponorogo

  4. Pertayaan diajukan melalui kolom komentar yang ada di bawah

  5. Jawaban bersifat singkat dan padat (jika ingin memperdalam jawaban, silakan kontak admin 085-850.757.303)

Selain rubrik Tanya Jawab melalui website, LBM PCNU Ponorogo juga menampung pertanyaan seputar Hukum Islam melalu 4 grup WA. Bagi Anda yang ingin bergabung ke dalam grup WA tersebut, silakan hubungi admin. Akan tetapi, mohon maaf jika Anda terpaksa harus antri dan belum bisa bergabung ke grup WA tersebut. Hal itu semata-mata karena batasan jumlah maksimal anggota grup WA.

Informasi terkait:

2 Comments

  1. Assalaamu’alaikum wr wb
    Kyai, langsung saja saya ingin bertanya. Di tempat tertentu terkadang mengharuskan kita kencing berdiri, akhirnya kencing mengenai betis. Setelah cebok, saya siram kaki kanan tapi pasti siraman itu terciprat ke kaki kiri begitu pula sebaliknya. Akhirnya saya acuhkan saja cipratan itu yang penting saya siram kaki kanan 3 kali dan kiri 3 kali dan terakhir saya siram lantai 3 kali. Sudah tepatkah jika saya tidak pedulikan air cipratan dari membasuh kaki yang terciprat ke kaki lainnya? Sudah sah kah bersuci saya?
    Terima kasih.

    1. Air bekas siraman kaki kanan di sebut air mustakmal selama air mustakmal tdk berubah di hukumi suci tp tdk mensucikan, tp bila airnya berubah misalkan kuning atau Pesing di hukumi mutanajjis dan yg terkena air tsb harus di sucikan.
      Ketua LBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *