NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Edukasi Kesehatan Reproduksi di Lereng Sawoo, dr Riza Mazidu Sholihin Ingatkan Bahaya Bullying Seksualitas

Pemeriksaan dan pengobatan gratis dari team RSU Muslimat Ponorogo

NU Online Ponorogo, Jalan menanjak dan rusak menuju MTs dan MA Darul Hikmah Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan bhakti sosial yang digelar di kawasan pegunungan tersebut (28/05/2026). Medan terjal dan akses yang sulit tidak menyurutkan langkah para tenaga kesehatan dan relawan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi bagi masyarakat pelosok.

Bhakti sosial itu diprakarsai Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Ponorogo bersama PAI Ponorogo dengan melibatkan berbagai elemen, di antaranya IKA Unair Ponorogo, LKNU PCNU Ponorogo, GP Ansor Ponorogo, RSU Muslimat Ponorogo, serta RS Darmayu Ponorogo.

Kegiatan berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat. Sejak pagi, warga dari berbagai dusun di kawasan pegunungan Sawoo mulai berdatangan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang disediakan tim medis dari RSU Muslimat Ponorogo dan RS Darmayu Ponorogo.

Tingginya antusiasme warga membuat panitia memberlakukan sistem kupon untuk mengatur pelayanan pasien. Bahkan tidak semua warga yang datang dapat terlayani karena keterbatasan waktu dan tenaga medis. Hanya warga yang telah terdaftar dan mengantongi kupon yang dapat mengikuti layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis.

Meski demikian, masyarakat tetap terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan bhakti sosial tersebut. Bagi sebagian warga pegunungan, layanan kesehatan gratis seperti itu menjadi kesempatan penting karena akses menuju fasilitas kesehatan tidak selalu mudah dijangkau.

Selain layanan kesehatan umum, salah satu agenda utama kegiatan adalah edukasi kesehatan reproduksi remaja yang disampaikan dr. Riza Mazidu Sholihin, Sp.U. Dokter urologi yang akrab disapa dr. Zidu itu hadir sebagai narasumber utama mewakili IKA Unair Ponorogo.

dr. Zidu memberikan edukasi Kesehatan Reproduksi pada remaja di Temon Sawoo

Selain menjabat Ketua IKA Unair Ponorogo, dr. Zidu juga dikenal sebagai Ketua LKNU PCNU Ponorogo sekaligus dokter konsultan tim sunat LKNU PCNU Ponorogo.

Di hadapan para siswa MTs dan MA Darul Hikmah Temon, dr. Zidu menyampaikan materi mengenai masa pubertas, perubahan fisik remaja, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, hingga bahaya pergaulan bebas dan bullying seksual.

Bagi sebagian siswa di kawasan pegunungan Sawoo, pembahasan mengenai kesehatan reproduksi masih dianggap tabu. Hal itu terlihat dari suasana aula yang beberapa kali dipenuhi tawa malu-malu ketika sesi tanya jawab berlangsung.

“Kapan mimpi basah?” tanya dr. Zidu mencoba mencairkan suasana. Sebagian siswa hanya saling pandang sambil tersenyum kecil.

Dalam dialog tersebut, terungkap masih banyak remaja yang belum memahami pentingnya kebersihan organ reproduksi. Beberapa siswa bahkan mengaku memakai celana dalam selama beberapa hari tanpa diganti.

Menurut dr. Zidu, persoalan sederhana seperti kebersihan pakaian dalam justru menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi sekaligus membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab remaja terhadap tubuhnya sendiri.

“Menjaga kebersihan itu bagian dari kesehatan sekaligus bagian dari kesiapan dalam beribadah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dr. Zidu juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan bullying di kalangan remaja, terutama yang berkaitan dengan seksualitas maupun kondisi alat kelamin.

Ia meminta para siswa tidak menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai bahan candaan atau ejekan karena dapat meninggalkan trauma psikologis jangka panjang.

“Hindari dan jauhi bullying, terutama yang berkaitan dengan seksualitas dan alat kelamin. Selain bisa merusak pendidikan karakter, itu juga dapat menimbulkan trauma psikologis seumur hidup,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bullying seksual bukan hanya persoalan moral dan agama, tetapi juga dapat berimplikasi hukum.

“Jangan pernah coba-coba kalau tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib. Bullying seksual dilarang agama dan juga melanggar hukum,” tambahnya.

Sunat gratis oleh team Khitan LKNU PCNU Ponorogo

Dalam sesi konsultasi pribadi, beberapa siswa memberanikan diri berkonsultasi mengenai kondisi organ reproduksinya. Dengan pendekatan yang tenang dan edukatif, dr. Zidu menjelaskan bahwa beberapa kelainan bawaan maupun gangguan kesehatan reproduksi dapat ditangani secara medis apabila diperiksakan sejak dini.

Karena itu, ia meminta para remaja tidak takut berkonsultasi kepada tenaga kesehatan jika mengalami keluhan atau menemukan kondisi yang berbeda pada tubuh mereka.

“Jangan takut konsultasi, apa pun kondisinya. Kalau ada penyimpangan atau keluhan, lebih baik diperiksa lebih awal supaya mendapatkan penanganan yang tepat,” pesan dr. Zidu.

Selain penyuluhan kesehatan reproduksi, bhakti sosial juga diisi dengan layanan sunat yang ditangani tim sunat LKNU PCNU Ponorogo di bawah pengawasan langsung dr. Riza Mazidu Sholihin, Sp.U sebagai dokter konsultan.

Kolaborasi lintas organisasi profesi kesehatan, organisasi kemasyarakatan, serta rumah sakit dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan dan edukasi masih sangat dibutuhkan masyarakat pedesaan dan wilayah pegunungan.

Di balik perjalanan melewati jalan rusak dan medan terjal Sawoo, para relawan justru menemukan bahwa kebutuhan terbesar masyarakat bukan hanya pengobatan, tetapi juga akses pengetahuan kesehatan yang benar, terbuka, dan manusiawi bagi generasi muda.

Kontributor: Nanang Diyanto/LKNU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *