NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Bupati Sugiri Sancoko : Nafas Pembangunan Ponorogo Harus Lebih NU

(Urut dari kiri) Rais KH Sholihan Al Hafidz, Wakil Bupati Hj Lisdyarita SH, Bupati Sugiri Sancoko, Ketua Drs. H. Fatchul Aziz MA bersama-sama menabuh rebana menandai pembukaan Sidang Pleno Muskercab II PCNU Ponorogo di Aula Gedung Mualimat Ma’arif Ponorogo, Kamis (!1/3)

NU Online Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berharap agar kerja sama antara Pemerintah Daerah dan NU tidak hanya kulitnya saja, atau sekedar lips service. Penegasan ini disampaikan saat membuka Rapat Pleno Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Ponorogo di Aula MA Ma’arif Putri Ponorogo, Kamis (11/3).

Meski digelar dengan protokol kesehatan yang cukup ketat, acara berlangsung meriah. Acara dihadiri Rais KH Sholihan Al Hafidz, Katib Kyai Romadlon Fauzi, Ketua Drs. H. Fatchul Aziz MA, sekretaris Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, jajaran pengurus harian PCNU, serta perwakilan lembaga, banom dan MWC. Selain Bupati Sugiri Sancoko, turut hadir Wakil Bupati Hj. Lisdyarita SH.

“Kombinasi kerja sama antara ulama dan umaro, antara NU dan pemerintah daerah, tidak hanya kulit-kulit. Tidak hanya sekedar lips service, tidak hanya sekedar mendatangi pengajian, tidak hanya sekedar kalau diundang rawuh,” kata Bupati dalam sambutannya.

Bupati menyadari sepenuhnya bahwa mayoritas rakyat Ponorogo adalah warga NU. Ke depan, Bupati berjanji akan selalu melibatkan NU dalam proses pembangunan Ponorogo. Karena itu, Bupati mohon ijin untuk meminta hasil keputusan dan rekomendasi Muskercab II PCNU. “Kami minta hasil Muskercab ini sebagai bahan kami dalam menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Red). Kami ingin agar nafas pembangunan di Ponorogo harus lebih NU, lebih nyantri,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PCNU Ponorogo menggelar Muskercab II sejak 23 Pebruari 2021. Karena sedang dalam masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Red), pelaksanaan Muskercab II dirancang secara serial. Sidang Komisi digelar secara bergantian berdasarkan Korkat (Koordinator Perangkat), 23-26 Pebruari. Sementara untuk Sidang Pleno kemarin, panitia hanya menghadirkan Ketua MWC serta ketua lembaga dan banom. Sedang jajaran pengurus harian MWC lainnya mengikuti melalui zoom di tempat masing-masing yang sudah ditentukan.

Selain membahas program kerja selama 2 tahun ke depan, PCNU Ponorogo juga melaunching 3 produk. Yang pertama, launching Kartanu (Karta Tanda Anggota NU, Red). Berikutnya adalah buku berjudul Jejak-Jejak Sejarah NU Ponorogo dan sabun ramah lingkungan Lerak Cair.

Secara simbolis, panitia memberikan satu bingkisan berisi kedua produk tersebut kepada Bupati dan Wakil Bupati. “Khusus buku, kami ambil dua ratus lima puluh eksemplar. Dan sabunnya, kami ambil seratus botol. Ini bukan anggaran APBD. Ini uang pribadi kami berdua,” aku Bupati disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Perwakilan dari 10 lembaga/banom penerima penghargaan dari PCNU Ponorogo

Acara pembukaan Sidang Pleno Muskercab II diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Wakil Rais KH Muchtar Sunarto. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 10 lembaga dan banom berprestasi, salah satunya Tim Website NU Online Ponorogo. Dan ditutup dengan do’a dari KH Sholihan Al-Hafidz.

Usai membaca do’a, acara dilanjutkan sidang pleno dengan pimpinan sidang Sekretaris PCNU Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin. Masing-masing Korkat diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil sidang komisi untuk mendapat tanggapan forum. Sidang Pleno diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara dari masing-masing korkat.

 

Reporter/Editor : Lege

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera