NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Khutbah Bahasa Indonesia – AMALAN ALTERNATIF BERPAHALA HAJI DAN UMRAH

Kali ini kami berikan naskah khutbah jumat bahasa Indonesia terbaru singkat yang berjudul AMALAN ALTERNATIF BERPAHALA HAJI DAN UMRAH.

Selain khutbah jumat bahasa indonesia, anda juga bisa mendapatkan khutbah jumat bahasa jawa di website pcnu ponorogo ini.

Jika anda ingin mencari berbagai tema khutbah ju’mat bahasa jawa maupun bahasa indonesia yang ada di Rubrik Khutbah ini.

"<yoastmark

الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إلَهَ اِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشِرِيْكَ لَهُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسّلِّمْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِالْإِحْسِانِ إِلَى يَوْمِ الْمَصِيْرُ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللَّهِ ، إِتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ بفِعْلِ المَأمُوْراتِ وَاجْتِنَابِ المُحَرَّمَاتِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

 

Ma’asyirol muslimin, hafidzo kumulloh…

Marilah kita senatiasa meningkatkan taqwa kepada Allah swt. dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangan-Nya.

Sebagaimana kita maklumi bahwa ibadah haji dan umrah membutuhkan kemampuaan finansial yang tidak kecil. Tidak semua orang di antara kita mampu menunaikannya. Ditambah lagi pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini menghalangi kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Oleh karena itu, ada beberapa amalan alternatif yang dapat kita lakukan, sehingga kita berhak mendapatkan pahala haji dan umrah. Di antara amalan-amalan alternatif tersebut adalah:

 

Mendatangi majelis imu di masjid

Hanya ilmu yang bisa menjaga keberlangsungan syariat agama Islam. Oleh karenanya, Islam sangat memuliakan ilmu. Semua yang ada di dunia ini adalah terlaknat kecuali ilmu dan dzikir kepada Allah. Islam mengapresiasi orang yang mau mengajarkan ilmu dan menuntut ilmu. Kanjeng Nabi Muhammad saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَايُرِيْدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا  أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ لَهُ كَأجْرِ حَاجٍّ تَامٍّ حِجَّتَهُ (رواه الطبراني)

“Brangsiapa yang pergi ke masjid hanya ingin belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang menunaikan haji yang menyempurnakan hajinya”. (HR. ath-Thabrani)

 

Berdzikir setelah shalat Shubuh hingga shalat Dhuha

Untuk mendapatkan pahala yang setara dengan haji dan umrah, kita harus berdzikir setelah shalat Shubuh hingga waktu masuk shalat Dhuha, lalu kita menutupnya dengan shalat dua rakaat. Amalan ini dapat mengundang pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna. Rasulallah Muhammad saw bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ (رواه الترمذي)

“Barangsiapa shalat Shubuh secara berjamaah, kemudian duduk berdzikir menyebut nama Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah, seutuhnya, seutuhnya, seutuhnya.”(HR. Tirmidzi)

 

Membantu memenuhi hajat saudara sesama Muslim

Di antara ibadah social yang pahalanya setara dengan haji dan umrah adalah membantu seorang Muslim yang sedang memerlukan bantuan. Amalan ini dapat medatangkan pahala yang sama dengan haji dan umrah. Kanjeng Nabi Muhammad saw bersabda:

مَنْ مَشَى فِي حَاجَةِ أَخِيهِ أَظَلَّهُ اللَّهُ بِخَمْسَةٍ وَسَبْعِينَ أَلْفِ مَلَكٍ حَتَّى يَفْرُغَ, فَإِذَا فَرَغَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ (رواه الخرائطى)

“Barangsiapa berjalan untuk memenuhi hajat saudaranya, Allah akan menaunginya dengan 75.000 malaikat sampai ia selesai menunaikannya. Apabila ia selesai memenuhi hajat saudaranya, maka dituliskan untuknya pahala haji dan umrah.” (HR. al-Khara’ithi)

 

Berangkat awal untuk shalat Jum’at dan menunggu shalat Asar berjamaah

Ma’asyirol muslimin, hafidzo kumulloh…

Di antara shalat lima waktu, shalat Jum’at memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan shalat wajib lainnya. Banyak dalil yang  menjelaskannya. Salah satunya adalah yang menyebutkan bahwa shalat Jum’at adalah hajinya orang-orang fakir. Shalat Asar juga memiliki keutamaan yang besar. Sebab, ia adalah shalat al-wustha yang mendapatkan penekanan khusus dalam Al-Qur’an di antara shalat wajib lainnya. Jika kita berangkat awal untuk melaksanakan shlat Jum’at dan menunggu shalat Asar berjamaah, maka pahalanya setara dengan pahala haji dan umrah. Seperti dawuh nabi Muhammad saw:

إِنَّ لِكُمْ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ حَجَّةً وّعُمْرَةً فّالْحَجَّةُ الْهَجِيْرَةُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعُمْرَةُ انْتِظَارُ الْعَصْرِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ (رواه البيهقى)

Sesungguhnya kalian setiap kali  hari Jum’at memiliki haji dan umrah. Haji adalah berangkat awal untuk shalat Jum’at dan umrah adalah menunggu shalat Asar setelah shalat Jum’at.” (HR. Baihaqi)

 

Melangkah ke masjid dalam keadaan suci

Jika berangkat ke masjid untuk shalat fardhu dalam keadaan berwudhu, maka kita berhak mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berhaji. Jika berangkat ke masjid untuk shalat sunnah, maka kita berhak mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berumrah. Jika kita sempurnakan dengan shalat sunnah setelah shalat wajib, maka kita termasuk golongan orang-orang yang dimuliakan. Rasul Muhammad saw bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ. وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ. وَصَلَاةٌ عَلَى أَثَرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّيْنَ (رواه أبو داود)

“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji. Barangsiapa keluar untuk shalat Dhuha, tidak ada yang membuatnya berangkat kecuali untuk melakukannya, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Shalat sesudah shalat yang tidak tersisipi perbuatan yang sia-sia di antara keduanya, maka pelakunya akan ditulis dalam ‘illiyyin (kitab catatan amal untuk orang-orang yang berbakti).” (HR. Abu Dawud)

 

Melakukan sedekah secara sembunyi-sembunyi

Sedekah yang kita lakukan secara rahasia atau sembunyi-sembunyi berpotensi mendapatkan pahala yang lebih besar dari haji dan umrah. Meski yang kita sedekahkan nilainya lebih kecil dari biaya haji dan umrah. Bisyr bin al-Haritsah menjelaskan sebabnya seraya berkata:

اَلصَّدَقَةُ أَفْضَلُ مِنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ وَالجِهَادِ. ثُمَّ قَالَ: ذَاكَ يَرْكَبُ وَيَرْجِعُ وَيَرَاهُ النَّاسُ وَهَذَا يُعْطِى سِرًّا لَايَرَاهُ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ (رواه أبو نعيم)

“Sedekah lebih utama dari haji, umrah, dan jihad. Karena orang yang berangkat haji, umrah, dan jihad berangkat menaiki kendaraan dan pulang, sementara orang-orang menyaksikannya. Sedangkan orang yang bersedekah, ia memberi secara rahasia, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.”(HR. Abu Nu’aim)

 

Ma’asyirol muslimin, hafidzo kumulloh…

Demikianlah amalan-amalan alternatif yang berpahala seperti haji dan umrah. Banyak jalan menuju roma. Tidak ada rotan akarpun jadi. Di tengah keterbatasan kita dan halangan pandemi Covid-19 hingga kita tidak bisa menunaikan ibadah haji dan umrah, Rasulallah telah memberikan petunjuk amalan-amalan alternatif yang berpahala seperti pahala haji dan umrah. Mari maksimalkan kesempatan ini.

وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَولِه يَهْتَدي الْمُهْتدُونَ ، أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  ۞  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ .

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ . وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

 

الْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الصَّمَدِ. اَلَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أحَدٌ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ الْمُمَجَّدِ. وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ الَّذِيْنَ شَيَّدُوْا الدَّيْنَ بِعَزْمٍ قَوِيٍّ وَعَزِيْزِ الْمَدَدِ.

أمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنفْسِى بِتَقْوَى اللَّهِ بِفِعْلِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَتَرْكِ الْمَنْهِيَّاتِ. قَدْ أشْبَعَ لَكُمْ أنْوَاعُ الْخُطَبِ الْجُمْعِيَّةِ وَكَأَنِّى أنْظُرُ فِى أسْمَائِكُمْ بِهَا مَلْآن. وَلَكِنْ مَا أرَى مِنْكُمْ اِلّأ عَلَى جُمُوْدٍ عَرِيْقِ. قَلَّمَا تُغَيِّرُ أعْمَالَكُمْ تِلْكَ الْخُطَبُ اِلَى تَرْقِيَةِ الْأعْمَالِ وصَلَاحِ الْجَنَانِ. وَمَا اُمَثِّلُكُمْ اِلَّا كَالْحَدِيْدِ الْبَارِدْ. يُضْرَبُ كُلَّ وَقْتٍ لِيَمْتَدَّ فَلَمْ يَمْتَدِدْ. فّتَبَصَّرُوْا وَاَفِيْقُوْا ثُمَّ أحْسِنُوْا, اِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ, وَقَاضِى الْحَاجَاتِ. . اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ. وَارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ. وَأَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ. واسْتُرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَنفَعُهُمْ فِى دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ. اَللّٰهُمََّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَعُلَمَائَنَا وَزُعَمَائَنَا وَاجْعَلْ هِمَّتَهُمْ فِى اِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَالْمَعَاصِى وَاهْدِهِمْ سَبِيْلَ الرَّشَادِ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْن وّقَرَنَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ والْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيأ حَسَنَةً, وَفِى ألآخِرَةِ حَسَنَةً, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعّالّمِيْنَ.

عِبَادَ اللَّهِ. إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Muqorrobin

Wakil Katib PCNU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera