NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Khutbah Jumat Bahasa Indonesia – SABAR YANG PRODUKTIF

Khutbah Jumat Bahasa Indonesia - SABAR YANG PRODUKTIF
Khutbah Jumat Bahasa Indonesia – SABAR YANG PRODUKTIF

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِين

Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah

Pada kesempatan yang sangat berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi (melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya). Ketahuilah, tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa dihadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada Allah SWT.

Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

Setiap orang pasti pernah menghadapi masalah, baik masalah ekonomi, keluarga, politik, baik itu di kantor, di rumah, dimasyarakat dan di mana saja. Dengan masalah, sesungguhnya manusia akan merasakan dua hal yang harus disadari. Pertama, dengan masalah, seseorang akan mengerti bahwa dirinya banyak kekurangan yang harus dipebaiki. Kedua, dengan masalah, seseorang akan tahu bahwa ia membutuhkan orang lain untuk membantu menyelesaikan apa yang dihadapinya. Ketiga, dengan masalah, seseorang akan meningkat derajatnya tidak saja dihadapan manusia tetapi juga di hadapan Allah, jika ia menghadapai masalah tersebut dengan benar sesuai tuntutan Allah SWT.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah yang disebut dengan masalah tersebut? jawabannya adalah masalah ialah ketidaksesuaian antara kenyataan dengan cita-cita, ketidak sesuaian antara yang diharapkan dengan fakta atau ketidaksesuaian antara gagasan dengan fakta di lapangan. Ketidaksesuaian inilah yang menyebabkan masalah muncul. Sebagai contoh, dengan berdagang, seseorang berharap dapat untung 150.000 sehari. Faktanya, ia hanya mendapatkan 20.000 atau bahkan kurang dari itu. Ini namanya masalah. Contoh lain, seseorang dengan memiliki anak banyak, harapannya semuanya nurut dan rajin sekolah, eh…kenyataannya sebagian besar anak tersebut sering membolos, malas belajar dan lain-lain….ini namanya masalah.

Kaum Muslimin sidang Jum’at Rahimakumullah

Allah SWT telah mengajarkan kepada kita untuk menghadapi masalah dengan sabar. Intinya kita harus sabar. Coba kita dengarkan firman Allah SWT berikut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِين

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (al-Baqoroh, 153)

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Katakanlah, “Hai hamba-hamba ku yang beriman bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (az-Zumar, 10)

 

Cukuplah dua firman Allah SWT ini untuk menjelaskan kepada kita agar bersifat sabar dalam menghadapi masalah. Dua ayat ini menegaskan bahwa sabar adalah tanda keimanan seseorang, orang yang sabar akan disertai oleh Allah SWT. dan lebih penting dari itu adalah orang yang sabar akan mendapatkan pahala tanpa batas.

Namun, sabar disini harus kita bangun secara konstruktif, secara produktif. Hal ini disebabkan banyak di antara kita yang salah kaprah memahami sabar. Pertama, sabar dimaknai sebagai tindakan pasrah tanpa usaha perbaikan. Kedua, sabar dimaknai sebagai akhir dari semua usaha. Dengan makna sabar seperti ini, berarti sabar telah dimaknai sebagai suatu tindakan yang tidak produktif. Sabar hanya sebagai sebuah akhiran dan bukan sebagai pengiring tindakan atau aktifitas. Padahal sabar yang benar adalah sabar dalam arti produktif. Bagaimana caranya.

Pertama, sabar haruslah dibarengi dengan instropeksi dan evaluasi dari apa yang kita lakukan. Jika seseorang gagal dalam usaha misalnya, seseorang haruslah sabar karena manusia hanya bisa berusaha namun penentu utama keberhasilan adalah Allah SWT, dengan begitu, sabar menjadikan seseorang tidak patah semangat, tidak pantang mundur apalagi putus asa.

Setelah itu, seseorang harus mengevaluasi apa yang salah, untuk diperbaiki. Sabar oleh karena itu bisa dijadikan awalan untuk bangkit dari keterpurukan, untuk lebih maju dari sebelumnya. Yang kedua, sabar adalah bentuk optimisme. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Allah dalam surah az-zumar ayat 10 di atas, وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ (bumi Allah SWT luas)….ini artinya, jangan menganggap masalah, kegagalan dan keterpurukan sebagai akhir dari segalanya. Bumi Allah SWT luas. Berlarilah, dan berusahalah dunia tidak sempit. Siapa yang berusaha, maka ia akan mendapatkan hasil.

Kaum muslimin, jelaslah bahwa sabar bersifat produktif, ada evaluasi dan optimisme di dalam sabar tersebut. Ayo bersabar artinya ayo produktif.

جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ

         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا

        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِا لرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْتَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.

اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *