Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Kirim Doa Untuk Alm. Kyai Enceng, PCNU Gelar Tahlilan

Rais PCNU KH. Sholihan Al-Hafidz sedang memimpin do’a dalam acara Tahlil dan Do’a Bersama di Aula Kantor PCNU, Jum’at (20/11) malam

NU Online Ponorogo – Warga NU benar-benar merasa kehilangan atas kepergian KH. Enceng Shobirin yang wafat Kamis (19/11) lalu. Selain sebagai mantan Wakil Sekjen PBNU masa khidmah 2015-2020, Kyai Enceng juga dikenal sebagai tokoh yang mewakafkan hidupnya untuk menggerakkan kader-kader NU di seluruh pelosok negeri.

Untuk mendo’akan almarhum, PCNU Ponorogo menggelar acara Tahlil dan Do’a Bersama pada malam hari ketiga wafatnya. Acara digelar di Aula Kantor PCNU, Jum’at (20/11) malam, dan diikuti secara daring oleh Koordinator Kader Penggerak NU di tiap-tiap MWC. “Beliau termasuk salah satu perumus materi kaderisasi di NU,” kenang Drs. H. Fatchul Azis M.A, Ketua PCNU Ponorogo, saat memberi sambutan.

Selain kirim do’a untuk Kyai Enceng, acara malam itu juga mendo’akan wafatnya Koordinator Kader Penggerak NU MWC Ngrayun, Dasiran, yang meninggal dunia di rumah sakit akibat sakit yang dideritanya selama beberapa hari. Demi mematuhi protokol kesehatan, acara do’a bersama di Aula Kantor PCNU dibatasi hanya 40 orang.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Rais PCNU KH Sholihan Al-Hafidz. Para peserta yang hadir di acara maupun yang mengikuti lewat daring, seolah larut dalam suasana duka. Usai membaca tahlil, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PCNU. Dalam sambutannya, Fatchul Azis mengajak semua kader NU untuk meneladani kegigihan Kyai Enceng dalam berkhidmat di NU. “Saya sering mendengar cerita, Kiai Enceng sering memaksakan diri untuk tetap menghadiri pengkaderan PKP meskipun dalam kondisi sakit,” tutur Fatchul Azis.

Selain do’a bersama, acara malam itu juga mengagendakan laporan pertanggungjawaban Panitia Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020. Dalam laporan yang disampaikan bendahara panitia, Agus Khoirul Hadi, disebutkan bahwa 32 kegiatan dalam peringatan HSN 2020 berhasil dilaksanakan. Ke-32 kegiatan tersebut melibatkan badan otonom (banom) dan lembaga di bawah NU.

“Untuk operasional kepanitiaan, kami (Panitia, Red) menggalang donasi dari internal pengurus PCNU. Alhamdulillah, terkumpul dana sebesar enam belas juta rupiah. Rinciannya tertulis semua di laporan,” terang Agus sambil menunjuk berkas laporan panitia. Laporan pertanggungjawaban diterima oleh forum dengan simbolisasi penyerahan berkas laporan dari panitia ke Sekretaris PCNU Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag. Acara pada malam itu diakhiri dengan makan bersama tumpeng yang disediakan panitia.

 

Reporter : Idam

Editor : Lege

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *