Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Layani NU, Ansor Dan Banser Turut Sukseskan Koin NU

NU online Ponorogo – Sebagai Badan Otonom (Banom) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) terus melayani Kiai NU, Pengurus NU, dan lembaga NU. Terbukti, kali ini bukti kecintaan Banser terhadap NU salah satunya dengan turut menyukseskan Kotak Infaq (Koin) NU CARE-LAZISNU Cabang Ponorogo. Tidak hanya sosialisasi melalui media sosial mereka lakukan pengumpulan infaq dan shodaqoh di acara-acara yang berpotensi dapat menghimpun amal dari Jama’ah.

Bertempat di kediaman sahabat Andik, Desa Bulak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, dalam rangka safari Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ponorogo di undangan piton-piton Az Zahwa Lulut Hendrayanti putri sahabat Andik. Dalam acara sakral tersebut group sholawat terbangan Hadroh Brandal Lokajaya berkolaborasi dengan group hadroh ranting GP Ansor Bulak Diba’ Al Berjanji bersama. Lalu diacara ramah tamah Ahmad Subeki Al Kalibek wakil ketua NU CARE-LAZISNU Cabang Ponorogo ajak Ansor dan Banser isi Koin NU CARE-LAZISNU.

Ahmad Subeki Al Kalibek, wakil ketua NU Care-Lazisnu saat sosialisasi Kotak Infaq (Koin) NU CARE-LAZISNU Cabang Ponorogo di acara MDS Rijalul Ansor PAC GP Ansor Balong
Ahmad Subeki Al Kalibek, wakil ketua NU Care-Lazisnu saat sosialisasi Kotak Infaq (Koin) NU CARE-LAZISNU Cabang Ponorogo di acara MDS Rijalul Ansor PAC GP Ansor Balong

Ndan Syuriah, sapaan akrab wakil ketua NU CARE-LAZISNU cabang Ponorogo mengatakan gagasan galang dana Koin NU CARE-LAZISNU ini, timbul dari banyaknya Jama’ah NU dan cultural NU yang selalu aktif di desa-desa sampai dusun. Jika di maksimalkan dengan gerakan Koin NU, kemandirian umat akan lebih cepat di capai.

“Dari NU untuk NU, apalagi Ansor dan Banser sebagai anaknya NU. Sebagai santri mereka harus mau dan sungguh-sungguh berkhidmad untuk NU, ya termasuk melayani NU CARE-LAZISNU,” katanya.

Ndan Syuriah mengungkap dengan menggerakan potensi yang ada di NU tentu akan benar-benar bisa effektif dalam pengembangan Koin NU CARE-LAZISNU.

“Selain, galang di GP Ansor dan Banser, nantinya juga bakal berkolaborasi dengan Lembaga dan Banom NU yang lainnya. Seperti Fatayat dan Muslimat,” paparnya.

Kalibek menegaskan jangan sampai NU CARE-LAZISNU nanti hanya keluar saja tapi tidak ada masuknya. Jika dibiarkan akan kehabisan bahkan minus.

“Ini jangan sampai terjadi. Saya contohkan ketika diklat Banser, NU CARE-LAZISNU memberikan beras. Maka Banser juga harus berikan untuk NU,” ujarnya.

Sementara itu, Muhibuddin koordinator hadroh Brandal Lokajaya dalam safarinya siap menggalang Koin NU CARE-LAZISNU bersama timnya. Hal itu sebagai wujud nyata dalam rangka melayani NU.

“Kita siap putarkan, Koin NU untuk dan dari NU. Ya seperti hari ini, perdana,” pungkasnya. (yoga)

Reporter : Yoga
Editor : Budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *