NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Menjelang 1 Abad NU, PWNU Jawa Timur Galang Sinergisitas Geraka

Sinergitas Menyongsong 1 Abad NU didengungkan PWNU melalui Turba di PCNU Ponorogo - Pacitan
Sinergitas Menyongsong 1 Abad NU didengungkan PWNU melalui Turba di PCNU Ponorogo – Pacitan

NU Online Ponorogo – Turba PWNU Jawa Timur minggu kedua Juni ini memasuki wilayah Mataraman Barat. PWNU menunjuk Ponorogo sebagai salah satu tuan rumah turba, diikuti PCNU Ponorogo dan Pacitan. Acara digelar, Sabtu (12/6) malam di aula MA Ma’arif Putri, kompleks masjid NU Ponorogo.

Kegiatan yang dihelat sejak Mei lalu ini dikemas dalam bentuk Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyah menuju 1 abad NU ini diikuti PCNU Kabupaten Pacitan.

Dari PWNU hadir dalam kegiatan ini Wakil Rais Prof. KH. Ali Maschan Moesa dan Ketua PWNU KH. Marzuqi Mustamar, Lc., M.Ag. Juga hadir para Wakil Ketua, terdiri dari Dr. KH. Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza, KH. Abdussalam Shohib dan KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I. Gus Abdur Rohman Al-Kautsar, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri juga ikut dalam rombongan. Selain itu beberapa orang dari unsur Panitia turba PWNU.

Peserta turba dari masing-masing PCNU terdiri dari pengurus harian, lembaga dan ketua MWC NU serta Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang Badan Otonom. Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko juga menyempatkan hadir pada sesi pembukaan.

Materi turba dibagi dalam dua sesi, sesi pertama penyampaian prioritas program PWNU oleh Gus Reza, dan kedua taujihat dan amanat.

Beberapa program prioritas PWNU dipaparkan Gus Reza. Diantaranya bidang kesehatan, PWNU menggalang sinergi PCNU se-Jawa Timur untuk membangun rumah sakit resmi milik NU. Gus Reza menyebut beberapa RS NU yang telah ada seperti di Sidoarjo, Jombang, Surabaya, Gresik, Bojonegoro, Tuban dan Ponorogo. Disebut juga Cabang yang tengah mempersiapkan pendirian rumah sakit, diantaranya Nganjuk, Pasuruan, Situbondo, Lumajang dan Lamongan.

“Cabang-cabang lain kita dorong untuk segera membangun rumah sakit,” timpalnya.

PWNU juga memprogramkan pendirian 100 BMT. Gus Reza mengapresiasi PCNU Jombang yang dianggap berhasil mengelola BMT. “Dari modal 5 juta, sekarang sudah berkembang menjadi miliaran rupiah,” puji Gus Reza.

Di sektor pendidikan, selain menginisiasi beasiswa pendidikan melalui kerjasama dengan berbagai PTN dan PT di lingkungan NU, PWNU mendorong pengembangan sekolah NU unggulan di setiap kabupaten/kota.

Bidang pengkaderan dan keanggotaan PWNU akan terus menggalakkan PKPNU dan MKNU. Untuk keanggotaan, PWNU akan mengawal pendataan anggota NU berbasis pemetaan potensi dan profesi.

Setelah pemaparan program prioritas PWNU memberi kesempatan PCNU memberikan tanggapan. Ketua PCNU Pacitan. H. Mahmud, M.Pd.I ketua PCNU tertarik dengan program pendirian rumah sakit.

“Di Pacitan sepertinya tidak orang sakit, karena Muslimat (NU, Red) pernah membuka klinik, tapi tak satupun pasien berobat,” selorohnya disambut tawa hadirin.

Ketua PCNU Ponorogo Drs. H. Fatchul Aziz, MA mengangkat perlunya pemetaan potensi santri atau pelajar yang direkomendasikan menerima beasiswa. “Perlu ada semacam ikatan dinas bagi penerimaan beasiswa yang direkomendasikan PWNU,” usulnya.

Selanjutnya Prof. KH. Ali Maschan Moesa Wakil Rais PWNU memberikan taujihat usai sesi pemaparan program prioritas. Kiai Maschan mengingatkan pengurus di level Cabang untuk meneguhkan citra NU sebagai penjaga moral bangsa.

“Indonesia berada di urutan 3 negara yang paling tidak punya etika dalam bermedsos. Kalau gitu, mana peran NU sebagai penjaga moral,” sergah mantan ketua PWNU Jawa Timur ini.

Sementara Ketua PWNU KH. Marzuki Mustamar yang tampil di sesi akhir lebih banyak memacu pengurus untuk meneguhkan jati dirinya sebagai orang NU.

“Sudah saatnya kita tampil bangga sebagai orang NU,” tegas Kiai Marzuki.

Kiai Marzuki menghimbau semua pengurus PCNU untuk mendorong pengurus Ranting memasang papan nama organisasi. Selain itu, himbaunya, lambang NU untuk dipasang di rumah, pesantren dan kendaraan pribadi pengurus NU.

Reporter: Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera