NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Banser Senior Ponorogo Terima Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur

Banser senior Ponorogo Sarmad didampingi Kasatkorcab Banser Ponorogo Sudarsono sesaat setelah mengikuti acara silaturrahmi 87 Banser senior
Banser senior Ponorogo Sarmad didampingi Kasatkorcab Banser Ponorogo Sudarsono sesaat setelah mengikuti acara silaturrahmi 87 Banser senior

NU Online Ponorogo – Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Pasuruan H. Saifullah Yusuf menunjukkan kekompakannya dalam menginisiasi penghargaan kepada 87 Banser Senior. Puncak acara bertajuk Silaturrahmi 87 Banser Senior dan Mensyukuri 87 GP Ansor dihelat PW GP Ansor Jawa Timur, Kamis (3/6) di masjid Al-Akbar Surabaya. Penghargaan diterima para Banser senior dalam bentuk tali asih.

NU online Ponorogo memantau acara bersejarah ini melalui kanal Ansor Jatim TV yang menyiarkannya secara langsung. Gus Ipul selaku Pembina PW GP Ansor Jawa Timur mengaku penghargaan ini merupakan hasil komunikasinya dengan Bunda Khafifah melalui media What’sApp atau WA akhir April lalu.

“Menjelang tanggal 24 April lalu, Ibu Gurbernur mengirim pesan WA berisi ucapan selamat harlah 87 GP Ansor,” kata Gus Ipul mengutip isi pesan WA dari Bunda Khofifah.

“Saya akhirnya juga baru sadar, 10 tahun menjadi Wakil Gubernur, bahkan 11 tahun menjadi Ketua Umum GP Ansor, tapi baru kali ini dapat terlibat dan ikut memberi apresiasi kepada para Banser senior,” ucap Gus Ipul disambut tepuk tangan hadirin. Gus Ipul Ipul lalu memberikan contoh Pak Wahab, Banser senior asal Jombang, meski telah berusia 80 tahun namun tetap aktif mengikuti kegiatan Banser.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi Walikota Pasuruan H. Saifullah Yusuf mengikuti acara silaturrahmi 87 Banser Senior
Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi Walikota Pasuruan H. Saifullah Yusuf mengikuti acara silaturrahmi 87 Banser Senior

Bunda Khofifah, lanjut Gus Ipul, menyebut Banser selama ini telah banyak berjasa kepada Muslimat NU di grass root karena terlibat langsung membantu kegiatan-kegiatannya. Hal ini diakui pula Bunda Khofifah saat memberikan sambutan. Sambil berkelakar Bunda Khafifah menggambarkan suasana keakraban pengurus Muslimat NU dengan anggota Banser di daerah-daerah seluruh Indonesia.

“Ser…serr, bantu sini, serr.” kata Bunda Khafifah mencontohkan kalimat panggilan pengurus Muslimat NU kepada anggota Banser saat minta bantuan. Tak ayal ungkapan Bunda Khafifah disambut tawa semua yang hadir.

Dari 87 orang Banser Senior se-Jawa Timur yang mendapat penghargaan, Ponorogo diberi kuota dua orang. Kepada NU online Kasatkorcab Banser Ponorogo Sudarsono menyatakan dua orang itu adalah Sarmad (63 tahun), asal Mojorejo Jetis dan Jemiyo (66 tahun) asal Balong.

“Sesuai ketentuan, masing-masing PC GP Ansor se-Jatim mengirimkan 2 Banser senior yg berusia di atas 60 tahun,” ungkap Sudarsono.

Sudarsono menyebut, kedua Banser senior itu mulai ikut pengkaderan tahun 1999 dan sampai saat ini masih aktif di PAC dan Satkoryon.

“Mereka berdua (dikenal, Red) selalu memberi inspirasi buat kader-kader muda,” imbuhnya.

Di tempat terpisah Ketua PC GP Ansor Ponorogo menyatakan senang dan bangga dengan penghargaan Banser Senior ini. Menurutnya penghargaan ini meneguhkan komitmen doktrin kader untuk terus berkhidmat dan bergerak.

“Penghargaan ini membuktikan ada kader yang terus berupaya memberikan inspirasi kepada generasinya maupun generasi mendatang,” tutur Syamsul kepada NU online melalui pesan What’sApp.

“Banser sepuh seperti mbah Sarmad dan mbah Jemiyo telah mengajari kita tentang kegigihan sekaligus keikhlasan, keseimbangan antara spirit dan spiritualitas. Semoga kami seluruh mengambil inspirasi dari perjuangan beliau berdua dan Banser sepuh yang hadir,” pungkasnya.

Reporter : Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera