Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ngaji Shalat Ala Fiqh Ahlus Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah

KH.Moh.Sholihan Al-Hafidz saat menyampaikan materi shalat
KH.Moh.Sholihan Al-Hafidz saat menyampaikan materi shalat

NU Online Ponorogo – Shalat merupakan salah satu ibadah mahdlah yang paling utama. Bahkan menjadi amalan yang pertama kali dihisab di saat Yaumil hisab nanti. Tetapi prakteknya ada banyak versi gerakan shalat. Lalu seperti apa gerakan shalat yang benar menurut fiqh Ahlus Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah?

Takmir masjid NU Ponorogo bareng Pengurus Cabang NU kabupaten Ponorogo, menggelar “Ngaji sholat” sesuai fiqh ahlus sunnah wal jama’ ah An- Nahdliyyah, Ahad (4/4) di Masjid NU Ponorogo.
Diikuti kurang lebih 150 peserta terdiri seluruh ta’ mir masjid, Imam rawatib, dan jamaah masjid NU ditambah dari Muslimat NU.

K.Romadhon Fauzi selaku Khatib Syuriah dalam pembukaannya menyampaikan pentingnya acara tersebut.

“Tujuan utama kita mengangkat tema shalat untuk mengedukasi/ mendidik jamaah agar sholatnya sesuai fiqh Syafi’i yang telah dipraktekkan oleh para mu’assis NU, para Masyayikh, dan sudah dikaji oleh santri yang terdapat dalam kitab-kitab fiqh mafzab Safi’i yang dipedomani oleh kaum Nahdliyyin,” tandasnya.

Jamaah putri peserta pelatihan shalat
Jamaah putri peserta pelatihan shalat

Senada dengan itu, Kyai Muqorrobin Al-Hafidz selaku ketua panitia juga menegaskan tentang perbedaan menyolok dalam tata cara shalat di luar Nahdliyyin.
” Banyak kita jumpai orang shalat ketika berdiri terlalu meregangkan kakinya sampai setengah meter, dan lain sebagainya yang itu menyalahi cara shalat kita kaum Nahdliyyin,” ungkapnya.

Meski panitia membatasi hanya 150 peserta sesuai protokol kesehatan, akan tetapi yang ikut melebihi kuota. Karenanya panitia mengagendakan acara serupa 2 atau 3 kali dalam setahun.
Tidak hanya bab shalat yang perlu di kaji melainkan masih banyak lagi kajian fiqh lainnya.
“Masalah wanita (haidz) dan tata cara perawatan jenazah juga akan diagendakan sebagai acara tahunan,” terang Kyai Muqorrobin Al-Hafidz.

Jamaah putra peserta pelatihan shalat
Jamaah putra peserta pelatihan shalat

Praktek shalat yang menjadi bahan Ngaji secara gamblang disampaikan KH.Moh.Sholihan Al-Hafidz bersama tim dari Pondok Pesantren Nurul Qur’an.

Selaku pemateri utama, KH.Moh.Sholihan yang juga Rais Syuriah PCNU tidak hanya memaparkan materi tetapi langsung dipraktekkan.

Bahkan, ada sesi tanya jawab seputar permasalahan yang disampaikan, sehingga peserta lebih mudah memahami.

Panitia pada pelatihan shalat kali ini sama sekali tidak mengenakan biaya sepeserpun kepada peserta. Malahan difasiltasi snack, makan siang, buku panduan dan sertifikat.

Reporter/Editor: Budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *