
NU Online Ponorogo – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Ponorogo menghadiri undangan pertemuan rutin anggota Pimpinan Ranting Fatayat NU Surodikraman, Jumat (4/9). Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai dan bertempat di kediaman Sahabat Irma, Perumahan Tiara Regency Blok C Nomor 15, Ponorogo.
Pertemuan rutin ini menjadi salah satu agenda penting bagi kader Fatayat NU di tingkat ranting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kesinambungan kegiatan organisasi. Kehadiran pengurus PAC Fatayat NU Ponorogo turut memberikan semangat bagi para anggota Ranting Fatayat NU Surodikraman untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan keorganisasian.

Dalam kesempatan tersebut, PAC Fatayat NU Ponorogo diwakili oleh Sahabat Imroatul Munfaridah selaku Ketua PAC Fatayat NU Ponorogo dan Sahabat Mamluatul Maghfiroh menjabat Bendahara PAC Fatayat NU Ponorogo. Keduanya hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan terhadap kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Ranting Fatayat NU Surodikraman.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para sahabat Fatayat NU yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Selain menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai kegiatan organisasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan antarkader Fatayat NU.
Dalam sambutannya, Sahabat Imroatul Munfaridah menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus dan anggota Ranting Fatayat NU Surodikraman yang selama ini dinilai istiqomah dalam menjalankan kegiatan Fatayat NU. Menurutnya, konsistensi dalam berkegiatan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Apresiasi untuk Ranting Fatayat NU Surodikraman yang selalu istiqomah dalam melaksanakan kegiatan Fatayat. Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam berkhidmat kepada NU dan masyarakat,” ungkap Imroatul Munfaridah.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk memaknai kegiatan Fatayat NU bukan sekadar sebagai aktivitas organisasi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat. Menurutnya, menjadi bagian dari Fatayat NU merupakan kesempatan bagi perempuan muda NU untuk terus belajar, bergerak, serta memberikan manfaat di lingkungan sekitarnya.
“Ketika kita berniat mengabdi di NU, insyaallah setiap langkah dan kegiatan yang kita lakukan dapat menjadi jalan untuk menjadi perempuan yang bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Selain memberikan apresiasi, Ketua PAC Fatayat NU Ponorogo tersebut juga mendorong pengurus Ranting Fatayat NU Surodikraman untuk terus melakukan kaderisasi. Salah satunya dengan mengajak sahabat maupun anggota keluarga yang masih berada dalam usia Fatayat NU untuk bergabung dan berproses bersama dalam organisasi.
Menurut Imroatul, kaderisasi merupakan bagian penting untuk memastikan keberlangsungan Fatayat NU di masa mendatang. Semakin banyak perempuan muda yang terlibat, semakin besar pula peluang organisasi untuk melahirkan kader-kader yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berorganisasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disambut positif oleh para kader Fatayat NU Surodikraman. Semangat untuk memperluas keanggotaan diharapkan dapat semakin memperkuat keberadaan Fatayat NU di tingkat ranting. Dengan kader yang solid dan kegiatan yang istiqomah, Fatayat NU diharapkan mampu terus hadir menjawab kebutuhan masyarakat.

Pertemuan rutin tersebut kemudian menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga silaturahmi, meningkatkan keaktifan kader, dan mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat. PAC Fatayat NU Ponorogo juga berharap komunikasi dan sinergi dengan Ranting Fatayat NU Surodikraman dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan ke depan.
Melalui pertemuan rutin dan semangat kaderisasi, Fatayat NU Ponorogo bersama seluruh jajaran ranting berkomitmen untuk terus menumbuhkan perempuan muda NU yang aktif, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa khidmah kepada NU dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana, konsisten, dan dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Kontributor: PAC Fatayat NU Ponorogo