NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Jelajah Situs Lesbumi NU: Telusuri Perjuangan Ki Ageng Mirah Nambangrejo

Penggalian Data Tim Jelajah Situs Lesbumi asyik berbincang dengan Kades dan Juru Kunci Setono Kencono Wunggu
Penggalian Data Tim Jelajah Situs Lesbumi asyik berbincang dengan Kades dan Juru Kunci Setono Kencono Wunggu

NU Online Ponorogo – Jelajah situs bersejarah yang dilakukan Lesbumi NU Ponorogo sampai di masjid Ki Ageng Mirah Nambangrejo, Sukorejo (6/6). Di awal debut program jelajah situs ini Lesbumi NU Ponorogo telah merambah Tegalsari, Jenangan dan Sedah akhir Mei lalu.

Ketua Lesbumi NU Ponorogo Sauji mengungkapkan kepada NU online Ponorogo, pedukuhan Mirah merupakan titik awal penyebaran Islam di tanah Wengker. Sauji atau akrab disapa Kang Jenggo, mengutip buku Babad Ponorogo kawasan Mirah didirikan oleh seorang pemuka agama Islam bernama Ki Ageng Mirah pada akhir abad 14.

“Di Pedukuhan Mirah, Ki Ageng Mirah alias Shidiq Muslim alias Ki Honggojoyo mendirikan sebuah Masjid dan memulai mengenalkan Islam kepada masyarakat Wengker,” tandas Kang Jenggo.

Kang Jenggo lalu menjelaskan dinamika dakwah Ki Ageng Mirah. Tahap awal, tuturnya, kepada para tetua Ki Ageng Mirah mengajarkan ilmu sangkan paraning dumadi dan kepada kawula muda diajarkan dasar-dasar keislaman.

Ketika Wengker mulai surut dan dilanjutkan dengan Kadipaten Ponorogo, maka Ki Ageng Mirah diminta tinggal di Pusat Pemerintahan.

Tabarrukan Do'a untuk Kiai Ageng Mirah dan keturunannnya, usaha meraih makna perjuangan dalam penyebaran Islam di bumi Reyog
Tabarrukan Do’a untuk Kiai Ageng Mirah dan keturunannnya, usaha meraih makna perjuangan dalam penyebaran Islam di bumi Reyog

“Ki Ageng Mirah dinobatkan sebagai Pemuka Agama Kadipaten Ponorogo,” ungkapnya.

Kang Jenggo lalu menjelaskan tujuan jelajah situs Ki Ageng Mirah. “Kami ingin mengungkap keadaan Dukuh Mirah yang beliau babad sebelumnya. Juga
sejarah masjid yang beliau bangun dan kekunoan apa saja yang masih tersisa di Dukuh Mirah,” katanya.

“Maka kita perlu mendatangi situs sekaligus mencari data-data dari para tokoh lokal sambil silaturrahmi,” tambah kang Jenggo.

Silaturahmi dimulai dengan diskusi bersama Kades Nambang Rejo, Juru Kunci Setono Kencana Wungu atau Makam Siti Amirah dan Joko Lancur. Diskusi yang berlangsung akrab ini bertempat di rumah Pegiat Lesbumi Rahmat Septiyan, Dukuh Mirah, Ahad (6/6) siang.

Kepala Desa Nambang Rejo Khamim Wahyudi mengucapkan terima kasih atas kunjungan Lesbumi PCNU. “Kegiatan semacam ini harus dilanjutkan,” katanya.

Selebihnya Juru Kunci Makam, membeberkan Sejarah Kiai Ageng Mirah. Dikatakannya Kiai Ageng Mirah memakai nama Onggo Joyo waktu di Mirah Nambang Rejo. “Kiai Ageng Mirah yang kemudian menjadi tokoh pemuka agama mendampingi Bathara Katong menjadi Adipati Ponorogo,” tuturnya. Cerita sepenuhnya menjadi data yang dikembangkan tim Lesbumi NU selanjutnya.

Usai ramah tamah, tim diantar Juru Kunci menziarahi makam Siti Amirah Joko Lancur atau makam Setono Kencono Wungu. pembacaan tahlil di pimpin Sutrisno Juru Kunci. Jelajah situs diakhiri dengan sholat ashar di masjid Kiai Ageng Mirah.

Reporter : Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera