
NU Online Ponorogo – Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo menggelar prosesi pergantian rektor di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo (28/08). Acara ini menandai berakhirnya masa jabatan Prof. Dr. H. Suyudi, M.Ag sebagai Rektor periode 2021–2025, sekaligus pelantikan Dr. K. Muhammad Asvin Abdur Rohman, M. Pd. I sebagai Rektor baru periode 2025–2029.
Dalam sambutan perpisahannya, Prof. Dr. H. Suyudi, M.Ag menyampaikan pesan mendalam dengan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 26:
> قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ ۖ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Beliau menegaskan bahwa jabatan adalah titipan Allah SWT, bukan alat kesombongan, melainkan amanah dan ujian yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Prof. Suyudi menitipkan harapan besar kepada rektor baru agar memperkuat kerja sama dengan pesantren, lembaga pendidikan, dan badan otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) di Ponorogo, serta membangun kolaborasi di tingkat internasional. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mengokohkan peran INSURI sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas akademik. Salah satu pesan yang disampaikan adalah agar dosen berpendidikan S2 tidak diberikan ruang untuk mengajar mahasiswa pascasarjana, demi menjaga kualitas dan marwah akademik INSURI.
“Biasakan menggunakan pendekatan akademik, bukan sentimental. Integritas akademik adalah harga yang harus dijaga,” tegasnya.
Menutup pesannya, Prof. Suyudi kembali mengingatkan bahwa segala sesuatu, termasuk jabatan, sepenuhnya adalah milik Allah SWT. “Semua yang kita miliki hanyalah titipan. Jabatan adalah ujian, dan pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Kontributor : Gilang Hardiansyah Priamono
Editor : Abraham Anta Permana