
NU Online Ponorogo – Semangat kebersamaan dan pelestarian tradisi pesantren akan mewarnai gelaran Puncak Santri Fest 2026 di Kecamatan Ponorogo. Diselenggarakan oleh Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Ponorogo, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Nahdliyin sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Santri 2026.
Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, Puncak Santri Fest 2026 menghadirkan sejumlah agenda keagamaan, salah satunya Parade Hadrah Muslimat dan Fatayat NU se-Kecamatan Ponorogo yang diikuti oleh 40 grup hadrah.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua tokoh muda Nahdlatul Ulama, Gus Fuad dan Gus Ulil, sebagai pengisi acara.
Gus Fuad merupakan Ketua PAC Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Ponorogo sekaligus pengurus PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Ponorogo. Sementara itu, Gus Ulil mengemban amanah sebagai Sekretaris MDS Rijalul Ansor Kecamatan Ponorogo.
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari semangat kader muda NU dalam menghidupkan dakwah, merawat tradisi keislaman, dan memperkuat peran santri di tengah masyarakat.

Gus Fuad: Merawat Tradisi, Menguatkan Ukhuwah
Dalam wawancara terkait momentum Hari Santri dan pelaksanaan Puncak Santri Fest 2026, Gus Fuad menyoroti pentingnya menjaga tradisi pesantren sebagai bagian dari identitas santri sekaligus kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti parade hadrah tidak sekadar menjadi hiburan atau perayaan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mempererat persaudaraan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta melestarikan tradisi yang diwariskan para ulama.
“Tradisi pesantren harus terus kita rawat dan hidupkan. Bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber nilai yang relevan untuk menjawab tantangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semangat bersholawat, kebersamaan, dan kecintaan terhadap ulama semakin kuat di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Gus Fuad yang juga selaku pengurus PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Ponorogo Bidang Dakwah, Kajian Strategis, dan Jaringan Pesantren, menilai sinergi antar lembaga dan Banom NU memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan dakwah.
Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan sekaligus membangun gerakan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Semangat Hari Santri harus kita wujudkan dalam tindakan nyata. Santri tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga tradisi keilmuan dan amaliah, tetapi juga mengambil peran dalam membangun masyarakat, memperkuat persatuan, dan menjaga keutuhan bangsa,” tambahnya.

Sinergi Banom NU dalam Menyemarakkan Hari Santri
Keterlibatan berbagai Banom NU se-Kecamatan Ponorogo dalam penyelenggaraan Puncak Santri Fest 2026 mencerminkan pentingnya kerja bersama dalam menjaga tradisi dan mengembangkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Parade Hadrah Muslimat dan Fatayat NU menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut. Selain memberikan ruang bagi 40 grup hadrah untuk berpartisipasi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antar kader, memperluas ruang silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Dalam konteks gerakan kader muda NU, PAC MDS Rijalul Ansor kecamatan Ponorogo turut memiliki ruang untuk mengembangkan dakwah yang berpijak pada tradisi pesantren, dzikir, sholawat, serta penguatan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah.
Melalui kolaborasi lintas Banom, semangat tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya merawat warisan ulama sekaligus memperkuat kontribusi NU bagi masyarakat.
Puncak Santri Fest 2026 berlangsung pada Minggu (25/10) pukul 15.00 WIB, bertempat di Masjid NU Ponorogo.
Dengan semangat “Bersama Santri, Menguatkan Ukhuwah, Membangun Negeri”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga tradisi, dan meneguhkan peran santri dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.

Puncak Santri Fest 2026: Merawat Tradisi, Memperkuat Sinergi, Meneguhkan Khidmah untuk Negeri.
Kontributor : Kaelfykrie