
NU Online Ponorogo – Badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ponorogo menggelar Santri Fest 2026 di halaman Masjid NU Ponorogo, Sabtu–Ahad (24–25/10). Kegiatan yang melibatkan sejumlah banom NU tersebut menghadirkan bazar UMKM kader, lomba mewarnai, fashion show santri, dan parade hadrah dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri 2026.
Santri Fest 2026 resmi dibuka pada Sabtu (24/10) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi kader NU sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi dan pengembangan kreativitas masyarakat.
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Ponorogo, Muhibudin menyampaikan bahwa Santri Fest 2026 merupakan bentuk kolaborasi seluruh elemen kader NU di Kecamatan Ponorogo untuk memperingati perjuangan santri dan ulama terdahulu.
“Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat luas. Selain memperingati perjuangan para pendahulu pada momen Hari Santri, kami ingin mendorong pemberdayaan ekonomi kader sekaligus menyemarakkan Masjid NU agar semakin hidup melalui kegiatan ibadah, kreasi seni Islami, dan aktivitas sosial keagamaan” terang Muhibudin.

Berbagai kegiatan dalam Santri Fest 2026 dikoordinasikan oleh masing-masing banom NU. PAC Muslimat NU bertanggung jawab atas pelaksanaan parade hadrah, PAC GP Ansor mengelola bazar UMKM kader, PAC Fatayat NU menyelenggarakan fashion show santri, sedangkan PAC IPNU dan IPPNU memfasilitasi lomba mewarnai bagi anak-anak.
Bazar UMKM menjadi salah satu agenda yang turut menggerakkan aktivitas ekonomi kader NU. Sejumlah stan di halaman masjid menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga kebutuhan harian yang diproduksi atau dipasarkan oleh kader Nahdliyin.
Selain bazar, panggung utama Santri Fest 2026 juga dimeriahkan penampilan kelompok hadrah ibu-ibu Muslimat NU dari berbagai ranting di Kecamatan Ponorogo. Kelompok-kelompok tersebut selama ini aktif mengikuti kegiatan rutinan Senin sore di Masjid NU Ponorogo secara bergantian.

Sementara itu, lomba mewarnai menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas. Adapun fashion show santri menghadirkan kreasi busana bernuansa santri sebagai bagian dari upaya menyemarakkan peringatan Hari Santri melalui kegiatan yang edukatif dan menghibur.
Rangkaian Santri Fest 2026 dijadwalkan berlanjut pada Ahad (25/10). Puncak acara akan diisi dengan majelis solawat dan pengajian akbar yang menghadirkan Gus Ulil dan Gus Fuad pada pukul 15.00–17.00 WIB di halaman Masjid NU Ponorogo.
Melalui Santri Fest 2026, kolaborasi lintas banom NU di Ponorogo diharapkan tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi kader, pengembangan kreativitas generasi muda, serta memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Kontributor : Mahasiswa KPI UIN Ponorogo