NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Quick Respons, LPBI NU galang bantuan untuk bencana banjir dan tanah Longsor

*Quick Respons, LPBI NU galang bantuan untuk bencana banjir dan tanah longsor.*

Relawan LPBI NU sidak pasar

NU Online Ponrogo- Selasa malam dengan diskusi sederhana dipimpin langsung ketua PC LPBINU Ponorogo relawan LPBINU Ponorogo langsung bergerak untuk menggalang bantuan. Bertempat di pasar relokasi mereka mengumpulkan bantuan berupa sayur mayur untuk kebutuhan dapur umum, selain itu ada juga pedagang yang memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, Selasa(18/10).

Pamflet NU Peduli

“Pagi tadi kami mendapat kabar banjir yang melanda di beberapa wilayah sekitar Ponorogo semakin parah. Terutama di wilayah Kabupaten Trenggalek yang notabene berbatasan langsung dengan Ponorogo, untuk itu kami atas nama kemanusian tergerak mengumpulkan donasi untuk membantu saudara-saudara kami yang terdampak. Tak perlu lama untuk berdiskusi kami memutuskan untuk langsung bergerak malam itu juga ke pasar sayur atau sering di sebut pasar relokasi yang ada Di Keniten Ponorogo. Disitu kami mengumpulkan bantuan berupa sayur mayur untuk dapur umum dan uang tunai dari pedagang,” ungkap Novi Tri Hartanto Ketua PC LPBI NU Ponorogo.

Siang nanti LPBI NU Ponorogo akan langsung berangkat ke Trenggalek untuk menyalurkan bantuan dan mengirim dua tim assesment (Pendataan) untuk membantu proses assesment korban maupun kerugian yang disebabkan oleh bencana alam itu. ” Besok siang tim kami akan berangkat ke Trenggalek untuk mengirim bantuan logistik yang telah kami kumpulkan. Selain itu kami juga akan mengirim 2 tim assesment di lokasi terdampak, tim assesment bertugas mendata apa saja yang terdampak bencana dan mendata kebutuhan terkini, maupun setelah bencana dalam artian kalau banjir berarti sudah surut, sehingga kita bisa menentukan kebutuhan untuk kedepannya ketika proses Rehabilitasi dan Rekontruksi,” tandas Novi

Ketua LPBINU Ponorogo itu juga menuturkan Bencana itu urusan bersama sehingga kita juga harus bergerak bersama. “Bencana adalah urusan bersama, kami tidak bisa kalau harus bergerak sendiri, unsur yang lain juga harus ikut bergerak dengan poksi dan tugas masing-masing. Yang harus kita ingat ini atas nama kemanusiaan, orang yang terdampak bencana juga masih saudara-saudara kita sendiri sehingga kita harus bergerak membantu semampu dan sebisa kita. Masa ketika saudara kita susah kita hanya diam saja, kok kelihatannya gak pantas ya.” tutur Novi.

Reporter: Adika
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *