
NU Online Ponorogo – Ratusan siswa-siswi santri Pencak Silat NU Pagar Nusa GASMI mengikuti kegiatan Khotaman dan Pengukuhan Warga Baru yang digelar di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al Bukhori Mangunan, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri untuk menguatkan komitmen, karakter, dan nilai-nilai keislaman dalam perjalanan mereka sebagai warga baru GASMI.
Kegiatan pengukuhan ini diikuti oleh santri GASMI dari berbagai daerah, tidak hanya dari Ponorogo, tetapi juga dari Trenggalek, Pacitan, Wonogiri, Yogyakarta, hingga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kehadiran para peserta lintas daerah tersebut menunjukkan semakin luasnya perkembangan GASMI sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga pencak silat yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan dan akhlak.
Dalam kesempatan tersebut, Romo K.H. Mukrim Abdullah, selaku pembina sekaligus sesepuh Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa GASMI Ponorogo, memberikan amanat kepada para warga baru yang telah dikukuhkan. Ia berpesan agar para santri senantiasa menjaga rasa syukur sebagai bentuk tanggung jawab atas ilmu dan proses yang telah dijalani.
Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui amal nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan menjaga akhlak yang baik kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.
“Syukur di sini dalam artian beramal. Tolong amalkan akhlakul karimah dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja,” pesan Kiai Mukrim Abdullah.
Selain menekankan nilai akhlak, Kiai Mukrim juga mengingatkan para warga baru agar menjunjung tinggi sportivitas dan etika dalam dunia pencak silat. Menurutnya, kemampuan bela diri harus selalu berjalan beriringan dengan sikap santun dan penghormatan terhadap sesama.
Ia mengajak para santri GASMI agar ketika berada di gelanggang pertandingan tetap menjaga toto kromo atau tata krama sebagai ciri khas seorang pendekar pencak silat.
“Nanti di atas gelanggang Pencak Dor adik-adik warga baru menunjukkan kemampuannya, tapi tolong tetap jaga toto kromo. Soalnya kita orang pencak tahu seperti apa toto kromo-nya pencak, monggo dipakai di atas gelanggang,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pencak silat bukan hanya tentang kekuatan fisik dan kemampuan bertanding, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai penghormatan terhadap orang lain.
Melalui kegiatan Khotaman dan Pengukuhan Warga Baru GASMI Cabang Ponorogo Pusat Lirboyo Kediri angkatan tahun 2026 ini, diharapkan para santri mampu membawa nilai-nilai luhur pencak silat dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka tidak hanya menjadi pendekar yang tangguh secara fisik, tetapi juga pribadi yang memiliki akhlakul karimah dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kontributor: A. Sofyan