NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

NU Peduli Ponorogo Kirim Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor Aceh Tamiang

Assessment bersama Rois Syuriah PCNU Tamiang, Ustadz Mustafa sekaligus pengasuh Dayah Al Mustafa

NU Online Ponorogo — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo melalui NU Peduli memberangkatkan tim kemanusiaan dan bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Pelepasan bantuan dilakukan secara simbolis oleh PCNU Ponorogo (Selasa 6/1/2026).

Dalam sambutannya saat pelepasan, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan merupakan panggilan nurani yang melampaui sekat-sekat identitas. Ia mengibaratkan kemanusiaan sebagai satu tubuh yang utuh.

“Kita ini satu kesatuan, ibarat satu tubuh. Ketika satu bagian sakit, seluruh anggota tubuh akan ikut merasakannya. Dan ketika satu bagian berbahagia, yang lain pun ikut bahagia,” ujar Idham.

Menurut dia, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh dibatasi oleh perbedaan latar belakang. “Tidak peduli warna kulit, suku, maupun agama. Semua adalah saudara,” kata Idham menambahkan.

Koordinator NU Peduli Ponorogo, Jam’un Haidar, menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan melalui PCNU Aceh Tamiang. Bantuan yang dibawa meliputi sembako, makanan siap saji, dukungan dapur umum, bantuan renovasi masjid, serta berbagai kebutuhan kedaruratan lainnya bagi para penyintas.

“Ini adalah amanah dari para donatur NU Peduli Ponorogo. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga seluruh donatur mendapatkan pahala yang berlipat ganda,” ujar Jam’un.

Bangunan Dayah Al Mustafa yang dipakai pengungsi

Tim kemanusiaan diberangkatkan pada Selasa dan dijadwalkan bertugas hingga Ahad. Keberangkatan ini, menurut Jam’un, masih merupakan langkah awal yang difokuskan pada asesmen kebutuhan di lapangan sebagai dasar penyusunan program pemulihan pascabencana.

Bersama NU Peduli dan LAZISNU PWNU Jawa Timur serta PCNU Jawa Timur, tim akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pemulihan sarana ibadah, pondok pesantren, dan madrasah yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, tim melakukan asesmen bersama Rais Syuriyah PCNU Aceh Tamiang, Ustadz Mustafa, yang juga pengasuh Dayah Al Mustafa. Pesantren tersebut menjadi salah satu titik terdampak cukup parah. Saat banjir besar terjadi, sekitar 600 warga mengungsi di kompleks Dayah Al Mustafa yang berlokasi di Kampung Menanggini, Kecamatan Karang Baru.

Selain meninjau lokasi pengungsian dan bangunan dayah yang terdampak, tim juga menggelar rapat koordinasi bersama Ketua PCNU Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyinergikan langkah-langkah penanganan lanjutan.

“Dari Ponorogo, kami berangkat bersama tim LAZISNU PWNU Jawa Timur dan PCNU Jawa Timur. Total berjumlah 23 orang,” kata Jam’un.

Melalui kerja-kerja kemanusiaan ini, NU Peduli menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka menengah dan panjang bagi para penyintas bencana.

Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *