Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ternak Kambing, Zakat Produktif Andalan NU Care-Lazisnu

NU Online Ponorogo – NU Care – Lazisnu harus lebih kreatif dalam menyalurkan dana zakat. Selain penyaluran secara langsung dalam bentuk kebutuhan pokok, dana zakat bisa disalurkan melalui program-program yang sifatnya produktif. Pasalnya, hakekat zakat adalah mengentaskan kemiskinan. Dan pengentasan kemiskinan hanya bisa dicapai melalui program berkelanjutan yang bersifat produktif, bukan konsumtif.

Hal ini disampaikan Wakil Rais PCNU Ponorogo Kyai Hanif Abdul Ghafir dalam acara Majelis Amil yang digelar NU Care – Lazisnu Ranting Tanjungsari, Jenangan, di Masjid Jami’ Umar Shodiq, Jum’at (2/4) malam. “Kalau mustahiq (penerima zakat, Red) punya ketrampilan pertukangan, ya diberi modal untuk pertukangan dari zakat,” kata Gus Hanif, panggilan akrabnya.

Sejalan dengan itu, NU Care – LAZISNU Jawa Timur juga sudah meluncurkan program Bina Desa Nusantara. Yakni program andalan penyaluran zakat produktif dalam bentuk ternak kambing. Sabtu (3/4) kemarin, PW NU Care – LAZISNU Jatim baru saja menyerahkan 6 ekor kambing di Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Program permberdayaan umat ini merupakan bentuk optimalisasi dana zakat produktif.

Proses penyerahan dilakukan pengurus NU Care – LAZISNU Jatim di Masjid Darul Hikmah langsung kepada warga penerima. Sekertaris NU CARE-LAZISNU Jatim, Rofi’i Bonawi, mengatakan bahwa tujuan awal dari program Bina Desa Nusantara adalah memberdayakan masyarakat di desa. NU Care – LAZISNU Jatim menganggarkan Rp 300 untuk program ini dan disalurkan melalui 44 NU Care – LAZISNU Cabang. “Dari dana tersebut kami berfikir untuk apa uang 300 juta ini. Akhirnya muncul ide yang namanya zakat produktif,” katanya.

Manager Program NU Care – LAZISNU Jatim Muhammad Taufiqur Rozikin menjelaskan, program tersebut dilaksanakan di 38 Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Jatim melalui 44 NU CARE-LAZISNU Cabang. Bentuknya bisa disinkronkan dengan program pemberdayaan umat di masing-masing cabang. “Penentuan lokasi, calon mustahiq (penerima zakat, Red), jenis zakat yang diberikan, ini sepenuhnya kita serahkan kepada PC LAZISNU setempat,” paparnya.

Meski demikian, lanjutnya, NU Care – LAZISNU Jatim memastikan bahwa penerima zakat adalah 8 ashnaf sesuai ketentuan syariat. “Sebab yang kita gunakan adalah dana zakat yang sudah ada ketentuan syariatnya,” tegasnya.

Menanggapi penyaluran zakat produktif ini, Sekertaris NU Care – LAZISNU Ponorogo, Sumarlin, menyampaikan terima kasih. “Kemudian terkait program itu, kami memilih pemberdayaan melalui ternak kambing. Mudah-mudahan nantinya berkembang pesat dan memberi manfaat bagi desa Mrican dan berkembang ke desa yang lain,” harapnya.

Hal senada disampaikan Nasroh Wahab Sya’roni, Ketua NU Care – LAZISNU Mrican. Dia berharap dengan bantuan zakat produktif melalui program Bina Desa Nusantara ini warga nahdiyin Mrican mampu menjaga dan merawat dengan baik. “Sehingga jadi manfaat bagi diri sendiri dan lebih banyak lagi ke tetangga hingga ke desa lain. Mudah-mudahan nanti ada lagi bantuan serupa ke desa Mrican,” imbuhnya.

Alfariski, salah satu penerima bantuan kambing dalam program Bina Desa Nusantara, mengaku sangat senang menerima bantuan tersebut. “Alhamdulillah senang, semoga barokah,” pungkasnya.

 

Reporter : Gayo

Editor : Lege

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *