
NU Online Ponorogo – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat budaya literasi di sekolah dan madrasah, sebanyak 81 guru di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU) Ponorogo mengikuti kegiatan Diklat Literasi yang digelar Pimpinan Cabang (PC) LP Ma’arif NU Ponorogo pada Sabtu (13/9/2025).
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membekali para pendidik dengan kompetensi literasi inovatif yang selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Tidak hanya menekankan pada pemahaman konseptual, diklat ini juga mengasah keterampilan praktis guru dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran literasi berbasis teknologi dan pendekatan deep learning.
Para peserta mendapatkan materi dengan topik-topik penting, di antaranya:
Konsep Literasi Abad 21
Strategi Pembelajaran Literasi Inovatif dengan Pendekatan Deep Learning
Konsep dan Pengembangan Buku Berjenjang
Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran Literasi
Pengembangan Buku Berjenjang Berbasis AI dan Praktiknya
Melalui pembekalan ini, para guru diharapkan mampu menyusun strategi pembelajaran literasi yang lebih kontekstual, kreatif, kolaboratif, serta berbasis teknologi modern. Lebih jauh, diklat ini menargetkan lahirnya karya nyata berupa buku berjenjang yang dapat digunakan secara luas di sekolah dan madrasah Ma’arif NU.

Sekretaris PC LP Ma’arif NU Ponorogo, Imron Ahmadi, S.Ag., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas antusiasme para guru. “Partisipasi guru dalam diklat literasi ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dan madrasah Ma’arif NU. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran, serta menjadi inspirasi bagi guru lainnya untuk terus berkembang. Ini sejalan dengan semangat kami untuk mencetak generasi yang literat, kritis, dan berkarakter,” ungkapnya.
Kegiatan diklat ini sekaligus menjadi penegasan arah baru pendidikan Ma’arif NU Ponorogo dalam menghadapi tantangan global. Literasi dipandang tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan penguasaan literasi berbasis deep learning dan kecerdasan buatan (AI), guru diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari rangkaian transformasi pendidikan yang sedang digagas LP Ma’arif NU Ponorogo, dimana penguatan literasi diposisikan sebagai fondasi untuk membangun generasi muda yang berdaya saing, religius, serta memiliki kepekaan sosial.
Dengan adanya Diklat Literasi ini, PC LP Ma’arif NU Ponorogo meneguhkan perannya sebagai motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan Islam yang tidak hanya berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi juga responsif terhadap dinamika zaman.
Kontributor: Tim Media Maarif Ponorogo
Editor: Atta