NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Donasi Bencana Aceh–Sumatra: Jaga Pos Tanpa Lelah, Relawan Himpun Sementara Rp 77,6 Juta

Akrab, Jam’un Haidar Ahmad dan Soyfan Popey, dua relawan dari Lazisnu dan LPBINU memastikan pos NU Peduli tetap aktif

NU Online Ponorogo — Di bawah spanduk hijau bertuliskan Pos NU Peduli Kabupaten Ponorogo untuk bencana banjir bandang dan tanah longsor Aceh–Sumatera, denyut solidaritas itu dijaga tanpa hiruk pikuk. Sejak pagi hingga menjelang malam, relawan LPBI PCNU dan NU Care–LAZISNU setia mengawal pos donasi, memastikan kepedulian warga tersalurkan dengan aman dan transparan.

Tak ada kemewahan di pos itu. Di sela waktu sepi, relawan menyeduh kopi sendiri—sekadar penguat tenaga setelah berjam-jam menerima donasi, mencatat pemasukan, dan melayani warga yang datang silih berganti. Pernak-pernik sederhana itu justru menjadi saksi kegigihan mereka.

Koordinasi lapangan dikawal langsung oleh relawan LPBI PCNU, Sofyan Pope, bersama pengurus NU Care–LAZISNU PCNU, Jam’un Haidar Ahmad. Keduanya memastikan pos tetap aktif, administrasi tertib, dan laporan donasi tercatat rapi. “Yang penting pos tetap hidup. Meski sederhana, semangatnya jangan sampai turun,” ujar Pope.

Hasilnya, solidaritas warga Ponorogo terhimpun signifikan. Berdasarkan rekapitulasi sementara, hingga Senin (15/23) perolehan donasi tercatat sebagai berikut: Pos NU Peduli: Rp35.236.500; dan NU Care–LAZISNU: Rp42.486.500. Jumlah total Rp77.680.000.

Yang menarik, donasi juga datang secara spontan. Misalnya, Pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Ponorogo berhasil menghimpun dana sebesar Rp2.000.000 dari jamaah ziarah wali se-Jawa Timur. Donasi itu dikumpulkan langsung di perjalanan dari rombongan ziarah yang berjumlah tiga bus, berangkat Sabtu (13/12) dan kembali Ahad (14/12). Tanpa seremoni, tanpa proposal panjang—hanya ajakan kepedulian yang dijawab dengan keikhlasan.

Aksi-aksi kecil seperti kopi yang diseduh sendiri, meja lipat sederhana, dan kotak donasi yang tak pernah sepi menjadi potret nyata kerja-kerja kemanusiaan NU. Di pos itulah, solidaritas tidak hanya tertulis di spanduk, tetapi benar-benar dihidupkan—demi saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *