NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Latihan Perdana Ishari: Peserta Datang dari Berbagai Ranting

Latihan perdana Ishari dihadiri peserta yang sangat antusias

NU Online Ponorogo — Seni hadrah klasik kembali menggeliat di Ponorogo. Hal ini tampak dari antusiasme para pegiat Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) yang menggelar latihan perdana di Masjid I’anatul Muslimin, Krandegan, Kepatihan, Selasa (5/11/2025) malam.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh empat pelatih dari Joresan tersebut diikuti sekitar 70 hingga 80 peserta. Mereka berasal dari sejumlah ranting Ishari di Ponorogo. Rinciannya, Ranting Kepatihan selaku tuan rumah, serta perwakilan dari Paju (3 peserta), Brotonegaran (2 peserta), Bulak Balong (2 peserta), Bulu Sambit (5 peserta), Purwosari Babadan (2 peserta), dan Cokromenggalan (2 peserta).

Ketua PC Ishari, Gus Ghufron, menyampaikan bahwa ini adalah latihan awal sebagai pembinaan bersama. “Masih pertama kali latihan. Ada yang sudah bisa, tapi juga masih banyak yang kesulitan, terutama bagi pemula,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai sejumlah grup sudah menunjukkan kualitas yang baik dalam gerakan Ishari. Oleh karena itu, fokus latihan kali ini tidak hanya pada hafalan dan ritme rebana, tetapi juga penyamaan persepsi serta kekompakan gerak.

“Tema tadi malam adalah latihan bersama dan menyeragamkan teknik agar nantinya ketika tampil dalam satu barisan, semua terlihat padu,” imbuhnya.

peserta berlatih gerakan yang menjadi ciri khas Ishari

Latihan bersama ini juga diharapkan dapat menjadi wadah penguatan silaturahmi antarranting sekaligus mempersiapkan kader hadrah yang siap tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan di Ponorogo, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sejumlah peserta mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Selain menambah teman baru, mereka mendapatkan pengalaman langsung belajar dari pelatih berpengalaman.

“Seru dan menantang, apalagi untuk yang baru belajar. Semoga terus diadakan,” ungkap Nanang, salah satu peserta dari Ranting Kepatihan.

Pihak panitia berencana menjadwalkan latihan berkala setiap bulan dengan lokasi bergilir dari satu ranting ke ranting lain. Dengan demikian, pembinaan seni relijius khas NU ini dapat merata dan semakin berkembang.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *