Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Hari Guru Nasional 2020: Makna Di Balik Absennya Upacara Bendera

NU online Ponorogo – Sedianya upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2020 diselenggarakan pada Rabu, 25 November 2020 pukul 08.00. Akan tetapi tahun ini pemerintah melalui Kemendikbud memberikan kebebasan kepada instansi dan institusi pendidikan untuk tidak melaksanakan peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Nopember dengan upacara bendera. Di tengah krisis pandemi Covid-19 upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional tahun 2020 hanya boleh diselenggarakan secara minimalis dan terbatas.

Selamat Hari Guru Nasional ke-75 tahun 2020
Selamat Hari Guru Nasional ke-75 tahun 2020

Dilansir dari dokumen digital Pedoman Upacara Bendera Hari Guru Nasional (HGN) 2020 yang diterbitkan Kemendikbud, upacara bendera diselenggarakan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat, Kantor Kementerian Agama pusat, instansi dan satuan pendidikan di daerah yang berada dalam zona hijau dan kuning. Disebutkan pula di pedoman ini, penyelenggara diharuskan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

Perlu diketahui, peringatan Hari Guru Nasional 2020 mengusung tema “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar”. Menilik sejarahnya, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional.

Dari pemantauan NU online Ponorogo , instansi pendidikan di Ponorogo, seperti Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama memilih tidak menyelenggarakan pendidikan.

Meski begitu, organisasi profesi guru tetap memperingati Hari Guru Nasional 2020 dengan acara yang bernuansa reflektif.

“Kementerian agama tidak mengadakan upacara, tapi acara diganti dengan kegiatan lain seperti syukuran yang ditangani masing-masing institusi pendikan,” ungkap Farida Royani Pengawas Madrasah Kemenag kepada NU online Ponorogo.

Moh. Tarib Kepala MTsN 2 Ponorogo yang juga menjadi fungsionaris Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kemenag Jawa Timur membenarkan, pihaknya memperingati Hari Guru Nasional dengan menggelar sarasehan refleksi pengembangan madrasah dengan paradigma pendidikan terkini.

“Kami (PGRI MTsN 2, Red) mengundang para guru untuk ikut acara refleksi Hari Guru yang diisi dengan sarasehan pengembangan madrasah,” terangnya.

Refleksi Hari Guru Nasional juga dipilih pengurus PGRI Kabupaten Ponorogo. Joko Susilo Wakil Ketua PGRI Kabupaten Ponorogo menjelaskan, direncanakan tanggal 28 Nopember 2020 pihaknya menggelar sarasehan pengembangan pendidikan karakter.

“Kita (PGRI, Red) akan terus mengembangkan SDM guru yang berkarakter. Karena pada Guru, kita sangat menaruh harapan yang mulia untuk mendidik generasi penerus bangsa yang sanggup bersaing diera milenial ini,” terang mantan ketua PC GP Ansor Ponorogo ini.

Harapan Joko juga terungkap dari pernyataan Nurun Nahdiyah. Kepala MTsN 1 Ponorogo ini menegaskan, pada diri seorang guru harus ada nilai spiritualitas yang tinggi agar mampu mengantarkan peserta didik yang berkarakter.

“Di Hari Guru ini sudah semestinya menjadi refleksi para guru agar mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya disertai nilai-nilai spiritualitas,” ujar Nurun yang sekarang menjabat ketua PC Fatayat NU Ponorogo ini.

Tidak hanya pengurus PGRI yang menyambut Hari Guru Nasional dengan nuansa reflektif, Pergunu Ponorogo juga melakukan hal serupa.

Muhtar Wahid ketua PC Pergunu Ponorogo menaruh harapan agar Hari Guru tahun ini menjadi titik tolak peningkatan pendidikan karakter peserta didik.

“Boleh saja ribuan teori pendidikan disodorkan. Namun intinya pendidikan adalah pembentukan karakter manusia yang mulia. Mendidik adalah kegiatan ekslusif yang langsung ke ranah jiwa orang lain,” ungkap Muhtar.

Bagi Muhtar, kenikmatan menjadi guru manakala seseorang yang pernah menjadi bagian dalam pendidikannya lebih mempunyai keunggulan moral.

“Dengan tema Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar adalah bentuk support kepada anak-anak di Indonesia untuk tetap bersemangat untuk belajar di tengah pandemi yang semuanya tidak tahu kapan berakhirnya,” harapnya.

Begitu juga dengan harapan Supriyanto Kepala MA Al-Azhar Carangrejo. Supriyanto menyebut, peringatan Hari Guru Nasional tanpa seremonial akibat pandemi seharusnya mendorong guru untuk memotivasi dirinya untuk lebih krearif dalam melaksanakan pembelajaran.

“Hari Guru Nasional 2020 waktu yang tepat untuk para guru meningkatkan peran dan kemampuannya, melakukan inovasi dalam proses pembelajaran, melakukan eksperimen untuk anak-anak masih bisa mengikuti proses belajar meski tidak tatap muka secara langsung,” tuturnya.

Dikatakan Supriyanto lebih lanjut, para guru harus tetap berupaya menjadi pelita bangsa, berusaha menerangi, berusaha membimbing anak didik kita ke arah impiannya.

“Mari tetap menjalankan fungsi guru sebagai mana mestinya, membangun kekuatan untuk bangsa yang lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya. (dam)

Reporter : idam
Editor : budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *