
NU Online Ponorogo, — Konferensi Cabang (Konfercab) XXXI IPNU-IPPNU Ponorogo yang berlangsung di kampus INSURI (27/12) mengangkat tema “Inkubator Peradaban” Tema ini merefleksikan peran strategis IPNU dan IPPNU sebagai ruang pembinaan awal bagi lahirnya generasi Nahdlatul Ulama yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Proses kaderisasi pelajar bukan sekadar aktivitas organisatoris, melainkan bagian penting dari ikhtiar membangun peradaban NU secara berkelanjutan.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd yang berkesempatan memberikan sambutan, memaknai inkubator peradaban sebagai wahana pembentukan karakter dan orientasi perjuangan kader NU sejak usia pelajar. Menurutnya, IPNU dan IPPNU memegang mandat utama jam’iyah dalam menyiapkan generasi penerus NU yang memiliki fondasi keilmuan, keislaman, dan ke-NU-an yang kokoh.
“Pilihan diksi inkubator peradaban ini sangat tepat. IPNU dan IPPNU memang diberi mandat utama oleh jam’iyah untuk mengawal kaderisasi di segmen pelajar. Di sinilah peradaban NU disemai, dirawat, dan dipersiapkan,” ujar Dr. Idam.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan peran IPNU-IPPNU sebagai inkubator peradaban tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan kesinambungan kaderisasi lintas badan otonom NU. Oleh karena itu, Dr. Idam mendorong GP Ansor dan Fatayat NU untuk lebih proaktif merangkul para alumni IPNU-IPPNU agar tetap berada dalam jalur pengabdian jam’iyah.
“GP Ansor dan Fatayat NU harus segera menyambut dan merangkul alumni IPNU-IPPNU. Mereka adalah kader yang sudah ditempa sejak pelajar, memiliki modal ideologis dan organisatoris yang kuat,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Dr. Idam juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para alumni IPNU-IPPNU yang selama ini konsisten berkhidmat di berbagai lini organisasi dan sosial kemasyarakatan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para alumni IPNU-IPPNU atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusinya selama ini. Perjalanan NU hari ini tidak bisa dilepaskan dari peran mereka,” imbuhnya.
Kepada pengurus IPNU-IPPNU yang akan terpilih, Dr. Idam berpesan agar mampu membangun sinergi lintas badan otonom serta merancang program yang berorientasi pada keberdayaan jama’ah sesuai dengan segmentasi masing-masing.
“Pengurus baru IPNU-IPPNU harus mampu bersinergi, membaca kebutuhan jama’ah, dan membangun visi keberdayaan yang jelas. Setiap segmen punya medan juang sendiri, dan di situlah peran kader NU diuji,” pungkasnya.
Kontributor: Sahabat Media LTN