Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

IPNU-IPPNU Pulung Gelar Ngaji Rutin Jum’at Malam

NU Online Ponorogo – PAC IPNU-IPPNU Pulung memiliki semangat untuk mewujudkan jati diri sebagai wadah pelajar NU. Salah satunya diwujudkan dengan mengkaji kitab kuning yang diinisiasi para pengurus. Keinginan itu tercetus sejak PAC IPNU-IPPNU dilantik pada 22 Oktober 2020 yang lalu.

Usmawi Anwar ketua PAC IPNU mengungkapkan, keinginan mengkaji kitab berangkat dari keprihatinan para pengurus IPNU-IPPNU Pulung atas menurunnya semangat belajar agama di kalangan pelajar saat ini.

“PAC IPNU IPPNU Pulung ingin memberikan wadah bagi kalangan pelajar tetang ilmu keagamaan. Semoga bermanfaat,” ungkap Anwar kepada NU online Ponorogo ( 5/11).

Keinginan PAC IPNU-IPPNU akhirnya terwujud, Kamis (4/11) digelar pembukaan pengajian kitab di kantor terpadu NU Pulung. Pengajian ini bertajuk “Ngaji Rutin Jum’at malam” dengan pengasuh tetap Kyai Ahmad Syafi’i, Rais MWC NU Pulung.

Kyai Imam Syafi'i, Rais MWC NU Pulung, saat membacakan Kitab Qul hadzihi sabili, karya Al- Allamah Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliky Al Makky Al- Hasany
Kyai Imam Syafi’i, Rais MWC NU Pulung, saat membacakan Kitab Qul hadzihi sabili, karya Al- Allamah Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliky Al Makky Al- Hasany

Kyai Ahmad Syafi’i kepada NU online Ponorogo , mengaku senang dengan pengajian kitab yang diinisiasi PAC IPNU-IPPNU Pulung ini. Menurutnya, spirit program ngaji bareng ini berangkat dari dawuh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ary,
“Tiada kebaikan bagi umat jika para generasinya tidak cerdas (bodoh). Kondisi umat tidak akan membaik kecuali dengan ilmu,” terangnya.

Semula Kyai Syafi’i berencana membaca kitab karya Gus Mus yang berjudul Zaad al-Ju’ama’ wa Dakhirat al-Khutaba’. Namun setelah konfirmasi dan ternyata pihak penerbit belum sempat mencetak ulang kitab tersebut, akhirnya disepakati untuk ganti kitab.

“Kitab penggantinya adalah kitab yang berjudul Qul hadzihi sabili, artinya katakan, ini adalah jalanku karya al-Allaamah Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliky al-Makky al-Hasany,” ungkap Kyai Syafi’i.

Lebih lanjut Kyai Syafi’i menjelaskan, kitab Qul hadzihi sabili ini mengkaji aspek akidah yang menjadi salah satu dari tiga pilar penting agama Islam atau trilogi agama Islam.

“Saya, al-Faqiir yang kebetulan sebagai pembaca kitab mendapat sanad kitab ini dari al-maghfurlah KH. M. Ali Shadiq Uman, pendiri dan pengasuh PP.HM. Ngunut Tulungagung,” tegas Kyai Syafi’i.

Anwar menambahkan, pihaknya memang berkeinginan untuk ikut membentengi akidah masyarakat, utamanya warga NU.

IPNU-IPPNU khitmad mengikuti pengajian rutin Jum'at malam
IPNU-IPPNU khitmad mengikuti pengajian rutin Jum’at malam

“PAC IPNU IPPNU Pulung ingin memberikan manfaat kepada masyarakat agar memiliki wadah untuk mempertebal akidah yang baik dan benar,” ujar Anwar.

Ngaji Rutin Jum’at malam selanjutnya akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali dan terbuka untuk umum.

“Rencana ke depan ngaji rutin ini berjalan terus agar sanad ilmu ini tidak putus dan bisa membawa IPNU IPPNU ini sebagai organisasi pelajar yang mempunyai bekal ilmu agama dan intelektualitas,” pungkas Anwar. (dam)

Reporter : Idam
Editor :Budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *