NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Kisah Syaikh Zamaksyari dan Pentingnya Doa Ibu: Tausiyah Gus Asvin di Pengajian Ahad Pon

Wakil Rais Syuriah PCNU Ponorogo, Dr. KH. M. Asvin Abdurrahman, M.Pd. memberikan tausiyah di pengajian Ahad Pon

NU Online Ponorogo – Suasana pagi yang cerah menyelimuti langit Ponorogo pada Ahad Pon, (28/09/2025). Seperti tradisi yang telah mengakar, setiap Ahad Pon, PCNU Ponorogo menggelar pengajian rutin yang diinisiasi oleh Lembaga Dakwah NU Ponorogo. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.30 WIB ini menghadirkan Dr. KH. M. Asvin Abdurrahman, M.Pd., Wakil Rois Syuriah PCNU Ponorogo sekaligus Rektor INSURI Ponorogo, sebagai muballigh.

Dalam ceramahnya, Gus Asvin — sapaan akrab beliau — menekankan pentingnya ta’dzim kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu. Menurutnya, doa dan ucapan seorang ibu memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seorang anak. Untuk menguatkan pesannya, Gus Asvin mengutip kisah ulama besar, Syaikh Zamaksyari, penulis kitab Al-Kasysyaf.

“Dikisahkan, ketika kecil, Syaikh Zamaksyari gemar bermain dengan seekor burung yang diikat kakinya dengan tali. Suatu ketika, ia menarik tali itu terlalu keras hingga kaki burung patah. Melihat hal tersebut, sang ibu berucap, ‘Nak, jangan perlakukan burung itu seperti itu, nanti kakimu juga bisa patah,’” tutur Gus Asvin.

Gus Asvin menegaskan pesan penting kepada jamaah, khususnya para ibu, agar berhati-hati dalam menasihati anak-anaknya

Beliau melanjutkan kisah itu, bahwa ketika dewasa, Syaikh Zamaksyari menuntut ilmu ke Bukhara. Dalam perjalanannya, ia tertimpa salju hingga menyebabkan kakinya patah. “Ucapan ibunya yang sederhana itu ternyata benar-benar terjadi. Padahal sang ibu hanya mengucapkannya secara spontan, tanpa maksud buruk. Inilah bukti betapa kuatnya doa dan perkataan seorang ibu, bahkan kepada anak yang masih kecil dan belum memiliki dosa,” jelas Gus Asvin.

Dari kisah tersebut, Gus Asvin menegaskan pesan penting kepada jamaah, khususnya para ibu, agar berhati-hati dalam menasihati anak-anaknya. “Ibu-ibu, kalau menasihati anaknya monggo berhati-hati. Ucapan panjenengan bisa membawa dampak besar bagi anak,” pesannya.

Pengajian kali ini terasa istimewa karena sekaligus menjadi momentum kick off Hari Santri 2025 yang digagas PCNU Ponorogo. Tidak hanya itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Lembaga Takmir Masjid juga turut menyemarakkan suasana, menambah kekhusyukan dan keberkahan kegiatan rutin ini.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *