Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

KH Cholid Ridwan, Pejuang NU Wafat

Suasana pemakaman Drs KH.Abdul Kholiq Ridwan bin H.Ridwan Di makam Ngotok-Surodikraman
Suasana pemakaman Drs KH.Abdul Kholiq Ridwan bin H.Ridwan Di makam Ngotok-Surodikraman

NU online Ponorogo -Satu lagi putra terbaik NU Ponorogo telah tiada menyusul para masyayikh yang terlebih dahulu wafat. KH Cholid Ridwan mustasyar PCNU Ponorogo, Sabtu (24/10) pukul 21.00 WIB meninggal dunia di kediamannya Jl. Sultan Agung, Kota Kabupaten Ponorogo. Sebelumnya almarhum sempat dirawat dirumah sakit di Solo, akibat sakit yang dideritanya.

Almarhum di makamkan di Makam Ngotok, Surodrikaman Ponorogo, Minggu (25/10) pukul 09.00. Seluruh keluarga, pengurus cabang NU (PCNU) Ponorogo dan warga Nahdiyin sangat terlihat berkaca-kaca tepat saat Beliau dikebumikan.

Dr.H. Lutfi Hadi Aminudin Sekertaris PCNU mengatakan KH Cholid Ridwan merupakan salah satu pejuang yang lama berkiprah di NU.

“Beliau tercatat pernah menjadi pengurus NU. Seperti di Lembaga Dakwah NU (LDNU), Mustasyar Penasehat PCNU, Imam dan Ta’mir Masjid NU,” katanya kepada NU online usai, menghadiri pemakaman.

Suasana pemakaman Drs KH.Abdul Kholiq Ridwan bin H.Ridwan Di Makam Ngotok-Surodikraman Foto 2
Suasana pemakaman Drs KH.Abdul Kholiq Ridwan bin H.Ridwan Di Makam Ngotok-Surodikraman Foto 2

Pria yang akrab dipanggil pak Lutfi ini, mengungkap KH Cholid Ridwan adalah sesosok yang mencurahkan aktivitas dan kehidupannya untuk NU. Beliau juga sempat mandegani kepengurusan perguruan tinggi NU.

“Dulu namanya Yayasan Batoro Khatong, yang menaungi Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI),” terangnya.

Kiai Lutfi melanjutkan, KH Cholid Ridwan merupakan santri Darul Ulum, Peterongan, Jombang.

“Beliau nyantri di pesantren Peterongan saat dipimpin KH. Tamim Romli,” paparnya.

Sementara itu, Ahmad Sabila Rosyad cucu KH Cholid menambahkan kakeknya adalah sosok yang sangat panutan. Beliau kepada cucunya selalu mengajarkan istiqomah ibadah, berdzikir dan bersedekah.

“Saat cukup, selalu berdzikir dan keluarga saya selalu dipesankan untuk selalu bersedekah,” pungkasnya. (Yoga)

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *