Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia NU – Menyongsong Bulan Romadlan 1442 H

Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia NU - Menyongsong Bulan Romadlan 1442 H
Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia NU – Menyongsong Bulan Romadlan 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ  اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

اَلْحَمْدُ للهِ  اَلْحَمْدُ للهِ  الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ، وَأَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْـمَةِ اْلإِيْمَـانِ وَاْلإِسْـلاَمِ ، أَشْهَـدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أُدَخِّرُهَا لِيَوْمِ الْقِيَـامِ ، وَأَشْـهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى دَارِ السَّـلاَمِ ،  أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِصْبَاحِ الظَّلاَمِ ، صَلاَةً تُشْفِيْنَا بِهَا مِنَ الدَّآءِ وَاْلأَسْـقَامِ ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ ، أَمَّا بَعْـدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْـوَى اللهِ خَالِقِ اْلأَنَامِ ، تَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ بِالسَّـلاَمِ ، فَقَدْ قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ  : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشًّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  ،  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  ،  وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Ma’asiral Muslimin Rohimakumulloh…

Alhamdulillah, seiring dengan bertambahnya umur kita, mari kita manfaatkan umur kita itu untuk memperbaiki kualitas penghambaan kita kepada Allah SWT. Kita tingkatkan prestasi ibadah kita, kita perbaiki kualitas ibadaah kita dan semaksimal mungkin kita berusaha agar seluruh ibadah yang kita laksanakan punya dampaak (atsar) terhadap perbaikan akhlak kita, baik akhlak kepada Allah dan akhlak kita kepada sesama manusia. Hanya dengan cara yang demikianlah, umur yang Allah berikan kepada kita akan punya makna sekaligus akan menghantarkan kita kepada umat yang yang beruntung dan umat yang mulia di hadapan Allah SWT, menjadi orang yang muttaqin.

Allah berfirman :

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”(Surah Ali-‘Imran: 102)

Ma’asiral Muslimin Rohimakumulloh

Sebentar lagi (dalam hitungan hari) kita akan dipertemukan oleh Alloh SWT dengan Bulan Yang penuh Keberkahan, Bulan Ramadhan. Ibarat bulan Ramadhan sebagai tamu agung, maka seharusnya kitapun bersiap-siap untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan, dengan berbagai aneka jamuan dan hidangan yang pantas, yang tiada lain adalah dengan melaksanakan berbagai ibadah baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Oleh karena itu, mari kita tata hati kita, kita siapkan mental kita dengan penuh suka sita menyambut datangnya Bulan suci Ramadhan. Sebab, mungkin selama ini, ada diantara kita yang menjalankan ibadah dengan dengan penuh keterpaksaan, terbebani dan sebagainya. Nabi Muhammad Shallallohu alaihi wa sallam memberikan jaminan kepada orang yang sangat antusias menyambut datangnya Bulan Ramadhan dengan sabdanya:

مَـنْ فـَرِحَ بــِدُخُوْلِ رمضانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرانِ

barang siapa yang gembira (antusias) dengan kedatangan bulan Ramadhan, maka Allaah mengharamkan jasad orang tersebut dari siksa neraka

Ma’asiral Muslimin Rohimakumulloh

Nabi Muhammad Shallallohu alaihi wa sallam, menjelang akhir dari bulan sya’ban, dalam khutbahnya, beliau bersabda:

يـا أَيـُّهـَا الـنَّـاسُ قَــدْ أَظَـلَّــكُـمْ شَــهْـرٌ عَـظِــيْـمٌ مُـبــارَكٌ ، شَــهْـرٌ فِــيْـهِ لـَـيْـلَـةُ الْــقَــدْرِ خَـيْـرٌ مِـنْ ألــفِ شَــهْـرٍ ، جَـعَـلَ اللـهُ  صِـيـَـامَـه فَـرِيـْـضَـةً ، وقـيــامَ لَـيْـلِـهِ تـَطَـوُّعـًا . مَـنْ  تَـقَــرَّبَ  فـيـه بـِخَـصْـلَـةٍ مِـنْ خِـصـَـالِ الْـخـَيْر كَانَ كَـمَـنْ أَدَّى فـَريــضَـةً  فِـيـمـا سِـوَاهُ . ومَـنْ أَدَّى فـَريــضَـةً كَان كَـمَـنْ أَدَّى سَـبْعِـيْـنَ فَـرِيـْـضَـةً فـيـمـا سـواه ، هُـوَ شَــهْـرُ الـصَّــبْـرِ ، و الـصَّــبْـرُ ثـَواَبـُه الـجَـنّة ، وَشَـهْــرٌ الـمُـواسـاةِ وشـهــرٌ  يـُــزَادُ فـيـه الـرِّزْقُ

” Wahai para umatku, sebentar lagi akan datang bulan yang agung, bulan yang penuh keberkahan yang akan memberikan perlindungan dan keteduhan kepada kalian semuanya, yaitu bulan Ramadhan. Yaitu bulan yang didalamnya terdapat lailatul qodr, yang memiliki keistimewaan melebihi seribu bulan. (Pada bulan itu) Allah mewajibkan kepada kita untuk berpuasa, dan menganjurkan untuk qiyamul lail. Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan berbagai kebajikan (ibadah sunnah), maka pahalanya akan dilipatkan setara dengan pahala ibadah wajib yang dilaksanakan diluar bulan Ramadhan. Barang siapa yang melaksanakan ibadah wajib (pada bulan Ramadhan), maka pahalanya akan dilipat gandakan menjadi 70 kali yang dilaksanakan diluar bulan Ramadhan. Bulan raamadhan itu merupakan bulan sabar. Pahala sabar adalah surga. Bulan Ramadhan adalah bulan untuk saling mengasihi. Pada bulan Ramadhan itu, rizki akan ditambah (oleh Allah) (HR.Ibnu Khuzaimah,lan Baihaqi).

Dari hadis di atas, dapat diambil kesimpulan betapa Allah memberikan nikmat, kasing sayang yang luar biasa kepada kita, lebih-lebih di bulan suci Ramadhan. Betapa tidak, pada bulan Ramadhan pahala ibadah yang kita lakukan akan dilipat gandakan, seolah Allah sedang memberikan bonus pahala yang luar biasa. Orang yang melaksanakan ibadah wajib pada bulan Ramadhan, pahalanya akan dilipatkangandakan hingga 70 kali. Sementara orang yang melaksanakan ibadah sunnah, pahalanya akan disetarakan dengan pahala ibadah wajib yang dikerjakan selain pada bulan Ramadhan. Cukuplah semua itu memberikan gambaran kepada kita, betapa luar biasanya bulan Ramadhan itu. Tentu sangat disayangkan, kalau keagungan bulan tersebut kita lewatkan begitu saja apalagi bila kita tidak meningkatkan ibadah pada bulan Ramadhan tersebut.

Ma’asiral Muslimin Rohimakumulloh

Ada satu resep dari Syaikh Abdul Qodir al-Jaelani dan Imam al-Ghazali, agar kita bisa maksimal dalam menjalankan ibadah pada bulan Ramadhan. Syaikh Abdul Qodir al-Jaelani dalam kitab al-Ghuniyah menganjurkan kita agar melakukan taubat, memperbanyak istighfar kepada Allah SWT. Ini menjadi konsekuensi logis dari bagian dari upaya kita untuk membersikan diri, menghias diri untuk menyambut tamu yang agung yaitu bulan Ramadhan. Berkaitan dengan ini, Imam al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin, menyebutkan bahwa ada dua hikmah serta faedah mengapa kita dianjurkan selalu untuk sering bertaubat dan memperbanyak istighfar. pertama; supaya kita dimudahkan dan diberikan semangat dalam menjalankan ibadah, terutama di bulan Ramadhan. Dengan taubat, insyaallah kita akan menjadi lebih semangat serta antusias dalam menjalankan ibadah. dosa yang tidak ditaubati akan berdampak pada munculnya efek negatif yaitu semakin malas dalam beribadah. Kedua, taubat yang kita lakukan menjadi kunci diterimanya ibadah yang kita lakukan. Lebih kongkrit, Imam al-Ghazali memberikan gambaran dan illustrasi sebagai berikut; bahwa orang yang melaksanakan ibadah yang tidak didahului dengan taubat diibaratkan seperti orang yang menjamu tamu dengan berbagai hidangan baik makanan maupun minuman. sebaik apapun hidangan yang kita sajikan, bila faktanya didalam hidangan itu ada kotoran semisal kejatuhan keringat kita, maka apa mungkin tamu kita akan menyantab hidangan tersebut? tentu tidak. Demikian pula dengan ibadah yang kita lakukan yang oleh Imam al-Ghazali diibaratkan sebagai hidangan, yang akan kita hadiahkan kepada Allah, yang oleh al-Ghazali ibaratkan sebagai tamu, yang dipenuhi dengan dosa yang oleh al-Ghazali dibaratkan dengan keringat atau kotoran, akan berdampak pada tidak diterimanya ibadah yang kita lakukan. Tentu itu semua tidak kita harapkan.

Semoga Alloh memberikan hidayah, petunjuk, pertolongan kepada kita semua didalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan serta kita senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah pada bulan tersebut. Amin yarabbal alamin

بارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّا كُمْ بِااْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ، إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ ، قَالَ تَعَالَى وَهُوَ أَصْدَقُ اْلقائِلِيْنَ ، أَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ، مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ، وَقُلْ رَبِّ اْغفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْنَ

Khuthbah Kedua

اَلْحَمْدُ ِللهِ,، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي خَلَقَ اْلأَشْيَآءَ ، أَحْمَـدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى حَمْدَ مَنْ عُفِيَ مِنَ الْبَلاَءِ ، أَشْهَدُ أَنْ لآ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لآ شَـرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَـا يَوْمَ الْجَـزَاءِ ، وَأَشْـهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَتْقَى اْلأَتْقِيآءِ ، أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الرُّسُلِ وَاْلأَنْبِيآءِ ، وَعَلَى آلِهِ الْكَرَمآءِ ، وَأَصْحَابِهِ اْلأَصْفِيآءِ ، وَمَنْ تُبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ اللِّقَاءِ ، أَمَّا بَعْدُ . فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَأَشْـكُرُهُ عَلَى تَوَالِي النَّعَمآءِ

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَمَرَكُمْ أَمْرًا عَمِيْمًا ، فَقَالَ جَلَّ جَلاَلُهُ : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ، يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ ، وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعَوَاتِ ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَتَنَا وَأُمَّتَنَا ، وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا وَفُقَهَاءَنَا ، وَمَشَايِخَنَا صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةَ مُهْتَدِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اْنصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ، أَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ،وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ ، وَفُكَّ أَسْرَ الْمَأْسُوْرِيْنَ ، وَفَرِّجْ عَنِ الْمَكْرُوْبِيْنَ ، وَاقْـضِ الدَّيْنَ عَلَى الْمَدْيُوْنِيـْنَ ، وَاكْتُبِ اللَّهُمَّ السَّلاَمَةَ عَلَيْنَا ، وَعَلَى الْغُزَّاةِ وَالْمُجَاهِدِيْنَ وَالْمُسَافِرِيْنَ ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ ، وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ ، وَاْلفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَة ، وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً ، وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بالإِيـْمَانِ ، وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْم

عِبَادَ اللهِ ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *