NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

LKNU Ponorogo Dorong Pesantren Sehat Melalui Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan Masyarakat Pesantren

Para peserta secara antusias menerima materi
Para peserta secara antusias menerima materi

NU Online Ponorogo – Pondok Pesantren (Ponpes)Thoriqul Huda Cekok- Babadan punya gawe. Bertempat di aula BLK Ponpes Thoriqul Huda selama dua hari berturut- turut, Kamis- Jum’at (18-19/9).
Acara bertajuk “Peningkatan Kapasitas pemberdayaan masyarakat pesantren dalam pencegahan dan pengendalian TB bagi pesantren sasaran dan puskesmas melalui Germas menuju pesantren sehat”.
Acara ini dihelat oleh Lembaga Kesehatan PBNU, PCNU Ponorogo bekerjasama Direktorat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Sekretaris LKNU Ponorogo, Sufarchan, SKM.MMKes, menjelaskan tujuan dari kegiatan ini.
“Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas para kader kesehatan di pesantren sehingga bisa melakukan Survey Mawas Diri (SMD), Musyawarah Masyarakat Pesantren (MMP) serta membuat pemecahan masalah kesehatan di ponpesnya masing-masing,” ungkapnya.

Acara dibuka langsung ketua Tanfidziah PCNU Ponorogo Drs.H.Fatchul Azis, MA. Juga dihadiri K.Kholid, M.Pd.
Diikuti kurang lebih lima pondok pesantren yang tersebar di Ponorogo. Para pesertanya merupakan ustadz- ustadzah serta santri yang masing-masing diwakili 3 orang.
Antara lain dari Ponpes Nurul Qur’an Pakunden, Ponpes Thoriqul Huda Cekok, Ponpes Al-Islam Joresan, Ponpes Hasanul Hidayah Balong, dan Ponpes Ainul Umum Pulung.

Drs.H. Fatchul Azis,MA, ketua PCNU Ponorogo saat membuka acara
Drs.H. Fatchul Azis,MA, ketua PCNU Ponorogo saat membuka acara

Perlu diinformasikan, Pesantren merupakan tatanan/lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Jumlah pesantren yang mencapai 27.222 pesantren dan jumlah santri sebanyak 4.174.146 orang (Pangkalan Data Pondok Pesantren, Kementerian Agama, 2020), merupakan tempat berisiko terjadinya penularan penyakit menular seperti Tuberkulosis, dikarenakan tempat berkumpul banyak santri dan melakukan berbagai aktivitas secara bersama-sama.

Oleh karena itu, diperlukan langkah besar dari pemerintah untuk dapat mewujudkan pesantren sehat dalam bentuk pembekalan penyelenggaraan pesantren sehat dalam bentuk Orientasi Pemberdayaan Masyarakat Pesantren dalam Penanggulangan TB dan permasalahan kesehatan lainnya.

Tercatat ada tiga nara sumber yang siap mengantarkan materinya baik secara online (zoom) maupun offline.

Masing-masing; Sakri Sabatmaja, MKes (dari Kemenkes) via zoom, Diana Ari, SKM ( Kasi Promkes Dinkes), dan Edi Kusnanto, SKep.(Kasi P2 Dinkes Ponorogo).
Sebagai fasilitator Sufarchan, SKM.MMKes.

Reporter/Editor: Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera