
NU Online Ponorogo — Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Ponorogo menegaskan arah baru perjuangan ekonomi umat di tengah situasi ekonomi yang dinilai semakin menantang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LPNU Ponorogo, Bagus Budi Santoso, dalam keterangan resminya, Rabu (10/12).
Bagus menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini berada pada fase yang tidak ringan. “Daya beli menurun, persaingan makin keras, dan banyak usaha runtuh bukan karena produknya buruk, tetapi karena tidak memiliki sistem dan kekuatan distribusi,” ujarnya.
Bagus menambahkan, LPNU Ponorogo kini mengambil langkah tegas untuk tidak lagi bertumpu pada bisnis musiman atau spekulatif. Sebaliknya, gerakan ekonomi akan diarahkan pada sektor-sektor kebutuhan rutin masyarakat yang pasti dibeli setiap hari.
“Ekonomi umat tidak boleh bergantung pada viral atau diskon. Ia harus berdiri di atas kebutuhan dasar, pembelian rutin, dan kekuatan komitmen bersama,” tegas Bagus.
Bagus juga menekankan pentingnya membangun kekuatan distribusi nasional yang bersandar pada jaringan jamaah dan institusi NU. Menurutnya, distribusi adalah kunci bertahan dalam persaingan ekonomi modern.

LPNU Ponorogo, lanjutnya, mulai menggerakkan seluruh struktur organisasi—mulai dari ranting, MWC, lembaga, pesantren, hingga sekolah—untuk memperkuat pasar internal, membeli produk sendiri, dan menumbuhkan ekonomi internal umat.
“Satu jamaah mungkin kecil, tetapi ribuan jamaah adalah kekuatan nasional. Satu pembelian mungkin ringan, tetapi pembelian rutin adalah pondasi ekonomi umat,” ungkapnya.
Bagus menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar program ekonomi, melainkan bagian dari ikhtiar besar untuk membangun kemandirian dan tanggung jawab bersama sebagai umat.
“Mari kita buktikan bahwa ekonomi umat tidak lemah, asal bersatu, terstruktur, dan istiqamah,” tutupnya.
Terpisah, Ketua PCNU Dr. Idam Mustofa, M.Pd mengapresiasi blueprint LPNU dalam menggerakkan ekonomi umat. “Dengan penegasan arah baru gerakan LPNU, kita berharap seluruh elemen NU dapat bersinergi menguatkan kekuatan ekonomi internal,” Katanya. Dr. Idam berharap warga NU mampu berdiri tegak menghadapi dinamika ekonomi nasional maupun global.
Kontributor: Sahabat Media LTN