
NU Online Ponorogo – Terjadi pergantian kepemimpinan di lingkungan Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo dan Badan Pengelola Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (BPPKNU) Ponorogo. Jabatan Direktur RSU Muslimat kini resmi diemban oleh drg. Zuhriana, M.Kes, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua BPPKNU Ponorogo. Dokter Ana, panggilan akrabnya, menggantikan dr. Hj. Andy Nurdiana DQ., M.Kes., yang kini diberi amanat sebagai salah satu Penasehat BPPKNU.
Sementara itu, posisi Ketua BPPKNU Ponorogo kini dijabat oleh Alim Nurfaizin, M.Si untuk melanjutkan sisa masa khidmat hingga tahun 2028.
Pergantian ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi dan penguatan tata kelola layanan kesehatan yang dimiliki PCNU dan PC Muslimat NU Ponorogo, sekaligus mempercepat peningkatan mutu dan profesionalitas rumah sakit.
Direktur RSU Muslimat Ponorogo, drg. Zuhriana, M.Kes menyampaikan komitmennya untuk membawa rumah sakit semakin maju, baik dari sisi pelayanan, manajemen, maupun kelengkapan fasilitas.
Salah satu prioritas strategis adalah melengkapi alat kesehatan (alkes), khususnya di Gedung Gus Dur, agar dapat beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
“InsyaAllah kami akan memperkuat koordinasi internal, meningkatkan mutu pelayanan, serta memastikan kelengkapan alat kesehatan di Gedung Gus Dur sehingga kapasitas layanan rumah sakit semakin maksimal,” ujarnya saat pertemuan bersama PCNU-PC Muslimat NU, Jum’at (12/8) di Graha PCNU.
Selain itu, dalam jangka pendek, manajemen juga memfokuskan diri pada persiapan akreditasi rumah sakit yang dijadwalkan berlangsung tahun ini. Akreditasi tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan standar pelayanan sesuai regulasi nasional dan prinsip mutu berkelanjutan.
Di tempat yang sama, Ketua BPPKNU yang baru, Alim Nurfaizin, M.Si menegaskan bahwa BPPKNU akan memperkuat fungsi pengawasan, pembinaan, dan dukungan strategis terhadap manajemen rumah sakit.
Menurutnya, sinergi antara BPPKNU dan Direksi menjadi kunci dalam mendorong percepatan kinerja, peningkatan kepercayaan publik, serta penguatan posisi RSU Muslimat sebagai rumah sakit rujukan warga Nahdliyin dan masyarakat umum.
“Kami akan memastikan tata kelola berjalan profesional, akuntabel, dan selaras dengan visi besar NU dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan bentuk penyegaran untuk meningkatkan performa kelembagaan.
Ditegaskannya, RSU Muslimat merupakan aset strategis NU dalam bidang kesehatan yang harus dikelola secara profesional, modern, dan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Kita ingin RSU Muslimat tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga unggul dalam mutu layanan, tata kelola, dan manajemen keuangan. Pergantian ini harus menjadi momentum akselerasi, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.
Dr. Idam juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi akreditasi serta percepatan pengadaan alat kesehatan di Gedung Gus Dur agar rumah sakit mampu menjawab kebutuhan masyarakat Ponorogo dan sekitarnya.
“NU harus hadir melalui layanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan profesional. Sinergi BPPKNU dan Direksi harus solid. Kita targetkan peningkatan kinerja signifikan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, RSU Muslimat Ponorogo diharapkan semakin kokoh sebagai rumah sakit kebanggaan warga Nahdliyin dan masyarakat luas, sekaligus menjadi pilar pelayanan kesehatan yang unggul, amanah, dan berkelanjutan.